Home / Kaltim

Senin, 11 Mei 2026 - 10:44 WIB

Kaltim Peringkat Pertama Titik Panas Nasional, Warga Diminta Waspada

Ilustrasi Kebakaran Hutan

Ilustrasi Kebakaran Hutan

Bentangkaltim, Kaltim – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai membayangi Kalimantan Timur. Berdasarkan data terbaru Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kaltim tercatat sebagai provinsi dengan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi di Indonesia pada Senin, 11 Mei 2026.

Sistem pemantauan SiPongi KLHK mendeteksi sebanyak 24 titik panas di Kalimantan Timur dalam 24 jam terakhir. Jumlah itu menempatkan Kaltim di posisi teratas nasional, melampaui Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur.

Data tersebut diperoleh dari pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang digunakan KLHK untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia. Dari total 169 hotspot yang terpantau secara nasional, sebagian besar berada pada kategori tingkat kepercayaan sedang.

Fenomena ini memperkuat kekhawatiran berbagai pihak terhadap potensi karhutla di wilayah Kalimantan Timur yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami cuaca panas cukup ekstrem. BMKG sebelumnya telah mengingatkan bahwa lonjakan suhu dan minimnya curah hujan mulai memicu peningkatan titik panas di sejumlah daerah.

Baca juga  DPRD Samarinda: Rencana Pemindahan Aktivitas Pelabuhan Masih Sebatas Arah Kebijakan

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, mengatakan kondisi cuaca panas menjadi faktor utama meningkatnya hotspot di Kaltim. Dalam beberapa hari sebelumnya, titik panas bahkan sempat melonjak hingga lebih dari 80 titik yang tersebar di Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser, hingga Berau.

Kutai Timur disebut menjadi salah satu wilayah paling rawan karena berkali-kali mencatat jumlah hotspot tertinggi di provinsi ini. Selain itu, kawasan Kutai Kartanegara, Berau, hingga sebagian wilayah sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) juga masuk dalam pemantauan intensif.

BMKG dan BPBD Kaltim kini meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuka lahan menggunakan api, tidak membakar sampah sembarangan, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu percikan api di area kering. Pemerintah daerah juga diminta memperkuat patroli lapangan guna mencegah hotspot berkembang menjadi kebakaran besar.

Baca juga  Angkutan Karyawan Timbulkan Hambatan, Dishub Kutim Ambil Langkah Tegas

Isu meningkatnya titik panas ini pun menjadi perhatian publik di media sosial. Warganet ramai membagikan kondisi cuaca panas di sejumlah daerah Kaltim, terutama Samarinda, Bontang, dan Balikpapan. Sebagian warga mulai khawatir musim kemarau tahun ini berpotensi memunculkan kabut asap seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.

Meski hotspot belum tentu berarti terjadi kebakaran, KLHK menegaskan banyaknya titik panas yang terkonsentrasi dalam satu wilayah menjadi indikator awal meningkatnya risiko karhutla. Karena itu, langkah pencegahan dini dinilai menjadi kunci agar kebakaran besar tidak kembali terjadi di Kalimantan Timur. (bai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Banyak Kasus Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, DPRD Samarinda Bangun Pagar Upaya Pencegahan

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Pasar Pagi Gedung Mewah Tapi Sepi Pembeli

Advertorial

DPRD Samarinda Ingin Tambahkan Anggaran Dinsos hingga Minta Data DTKS Diperbaharui

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dorong Event Job Fair Terus Digerlar, Upaya Jembatani Perusahaan dan Pebcari Kerja hingga Tekan Angka Pengangguran

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Kolaborasi Tindak Gepeng dan Anjal yang Kerap Nongkrong di Lampu Merah Perkotaan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Nakes Bermasalah di RSUD AI Moeis Dievaluasi

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina