Home / Advertorial / Bontang

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:29 WIB

Komisi C DPRD Bontang Desak Kontraktor Jargas Tutup Lubang Galian, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Lubang penggalian jargas di beberapa titik Bontang belum ditutup dan menjadi perhatian legislator Bontang. (bentangkaltim.com/asr)

Lubang penggalian jargas di beberapa titik Bontang belum ditutup dan menjadi perhatian legislator Bontang. (bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Proyek pembangunan jaringan gas (jargas) di Kota Bontang kembali menjadi perhatian DPRD. Banyaknya lubang galian yang belum ditutup dinilai membahayakan keselamatan masyarakat karena berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib meminta kontraktor segera menyelesaikan penutupan seluruh lubang galian yang tersebar di berbagai wilayah. Politikus Partai NasDem itu menilai kondisi di lapangan sudah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Menurutnya, sejumlah laporan masyarakat menunjukkan masih banyak titik galian yang terbuka tanpa pengamanan memadai. Bahkan, beberapa kendaraan dilaporkan terperosok akibat lubang bekas pekerjaan jaringan gas tersebut.

Sahib mengatakan, alasan kontraktor yang menyebut kekurangan tenaga kerja sebagai penyebab lambatnya penyelesaian proyek tidak dapat dijadikan pembenaran. “Kalau memang tenaga kerjanya tidak siap, jangan mengambil pekerjaan itu sejak awal. Jangan menjadikan alasan teknis sebagai pembenaran, sementara pekerjaan sudah berjalan cukup lama,” ujarnya.

Baca juga  PWI Bontang Kembali Gelar UKW Guna Tingkatkan Kualitas Pemberitaan dan Professionalitas Wartawan

Ia menilai setiap pekerjaan konstruksi memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat. Karena itu, setiap lubang galian seharusnya dilengkapi rambu peringatan maupun pengaman agar pengguna jalan mengetahui adanya aktivitas proyek.

Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan kontraktor belum menjalankan kewajiban tersebut secara maksimal. Di sejumlah lokasi, lubang galian bahkan masih terbuka tanpa pembatas maupun tanda peringatan.

“Setiap lubang mestinya diberi tanda pengaman. Jangan sampai masyarakat baru mengetahui ada galian ketika sudah terlalu dekat. Risiko kecelakaannya sangat besar,” katanya.
Sahib mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di kawasan yang masih menjadi lokasi pekerjaan jaringan gas. Terlebih, sebagian ruas jalan digunakan setiap hari oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca juga  Abdu Safa Muha Tegaskan Komunikasi adalah Kunci Keberhasilan Program MBG

Komisi C DPRD Bontang juga akan memanggil kontraktor untuk meminta penjelasan terkait lambatnya penyelesaian pekerjaan serta berbagai keluhan masyarakat. Ia menegaskan, apabila kontraktor memang tidak mampu menyelesaikan proyek sesuai kontrak, maka sebaiknya menyerahkan pekerjaan kepada pihak lain yang lebih siap.

“Kalau memang tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan dengan baik, lebih baik mundur saja. Saya yakin masih banyak kontraktor lain yang mampu mengerjakan proyek ini secara profesional,” tegasnya.

Sahib berharap kontraktor segera mempercepat penutupan seluruh lubang galian sekaligus memastikan aspek keselamatan menjadi perhatian utama selama proyek berlangsung. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh mengorbankan keamanan masyarakat. (ASR/ADV DPRD Bontang)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh TPA di Kota Bontang

Bontang

PWI Bontang Gelar UKW Oktober Mendatang, Buka Kelas Muda hingga Utama

Advertorial

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Bontang

Kodim 0908/Bontang Gelar Apel Gabungan, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00