Home / Advertorial / Bontang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:24 WIB

Panggung Bontang Kuala Diminta Hidup Tiap Akhir Pekan, DPRD Dorong Ruang Ekspresi Seniman Muda

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang Winardi berharap ada kegiatan yang mengusung kreativitas anak muda di Panggung Bontang Kuala tiap akhir pekan. (ist)

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang Winardi berharap ada kegiatan yang mengusung kreativitas anak muda di Panggung Bontang Kuala tiap akhir pekan. (ist)

Bentangkaltim.com, Bontang – Kawasan wisata Bontang Kuala dinilai memiliki potensi lebih besar daripada sekadar menjadi destinasi pesisir. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Winardi, mendorong agar panggung yang telah tersedia di kawasan tersebut dimanfaatkan secara rutin sebagai ruang pertunjukan seni bagi generasi muda dan sanggar lokal.

Menurut Winardi, penyelenggaraan agenda seni setiap Sabtu dan Minggu dapat menjadi langkah sederhana untuk menghidupkan kawasan wisata sekaligus memberi wadah bagi para pelaku seni menampilkan karya mereka kepada masyarakat.

Selama ini, kata dia, banyak komunitas seni, kelompok tari, hingga pelaku seni modern di Bontang yang memiliki kemampuan dan kreativitas tinggi. Namun, minimnya ruang pertunjukan membuat karya mereka jarang dikenal publik.

“Kalau ada panggung yang bisa digunakan secara rutin, anak-anak muda akan punya tempat untuk menunjukkan kemampuan mereka. Ini sekaligus menjadi ruang bagi mereka untuk terus berkarya,” ujarnya.

Politikus itu berharap Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala dapat mengambil peran sebagai penggerak kegiatan seni di kawasan tersebut. Tidak hanya menampilkan kesenian tradisional, panggung itu juga bisa diisi berbagai pertunjukan kreatif yang melibatkan komunitas lokal sehingga mampu menarik minat masyarakat maupun wisatawan.

Baca juga  Band Asal Ibu Kota Last Child Akan Manggung di Bontang Dimalam Penutupan Bontang Digital Expo

Menurutnya, perpaduan antara seni tradisional dan kreativitas generasi muda justru akan memperkuat daya tarik Bontang Kuala sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Bontang.

Winardi menilai keberadaan agenda seni yang berlangsung secara berkala akan memberikan dampak positif bagi banyak pihak. Selain menjadi hiburan bagi pengunjung, kegiatan tersebut juga membuka peluang promosi bagi sanggar seni, komunitas kreatif, hingga pelaku ekonomi kreatif yang ada di sekitar kawasan wisata.

Ia mengatakan, ruang apresiasi seperti ini penting agar para seniman tidak kehilangan semangat berkarya akibat minimnya kesempatan tampil di ruang publik.

“Selama ini banyak karya tari, pertunjukan, maupun kreativitas anak muda yang sebenarnya bagus. Tinggal disiapkan tempatnya, kemudian diberi kesempatan tampil secara berkala,” katanya.

Tak hanya mengusulkan penyelenggaraan pertunjukan rutin, Winardi juga mendorong adanya dukungan pendanaan melalui hasil retribusi kawasan wisata Bontang Kuala. Menurutnya, sebagian kecil pendapatan dari retribusi pengunjung dapat dimanfaatkan untuk membiayai pelaksanaan kegiatan seni maupun pembinaan komunitas kreatif.

Baca juga  Brasil Tertahan, Amerika Mengaum, Kejutan Mulai Bermunculan

Skema tersebut dinilai tidak hanya membantu keberlangsungan kegiatan budaya, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis seni dan budaya lokal.

“Mungkin dari hasil retribusi masuk Bontang Kuala bisa dialihkan sedikit untuk mendukung sineas maupun pelaku seni kita,” ucapnya.

Lebih jauh, Winardi menegaskan pelestarian budaya tidak cukup diwujudkan melalui dokumen, aturan, ataupun simbol semata. Menurutnya, budaya harus terus dihadirkan dalam kehidupan masyarakat melalui aktivitas yang dapat disaksikan secara langsung.

Karena itu, ia berharap Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala dapat menjadi motor penggerak berbagai kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan begitu, pelestarian budaya tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar hidup, berkembang, dan menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun daerah.
“Bukan hanya berbicara soal pelestarian budaya di atas kertas, tetapi bagaimana budaya itu tetap hidup, terlihat, dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (ASR/ADV DPRD Bontang)

Share :

Baca Juga

Bontang

PWI Bontang Gelar UKW Oktober Mendatang, Buka Kelas Muda hingga Utama

Advertorial

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Bontang

Kodim 0908/Bontang Gelar Apel Gabungan, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00

Advertorial

Bukan Sekadar Lomba, Mission Challenge Badak LNG Satukan Warga Kompleks