Home / Advertorial / Kaltim

Rabu, 12 November 2025 - 22:47 WIB

Pemkab Kutim Mantapkan Langkah Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Lewat FGD Kajian TPST

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor (tengah tidak mengenakan peci)

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor (tengah tidak mengenakan peci)

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kelayakan Teknis, Ekonomi, dan Lingkungan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Hotel Victoria Sangatta, Rabu (12/11/2025).

Berbagai pemangku kepentingan hadir, termasuk dari unsur pemerintahan, akademisi, dan masyarakat, untuk memberikan masukan terhadap arah kebijakan pembangunan TPST.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menegaskan bahwa FGD ini merupakan langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“FGD ini menjadi pondasi penting bagi pemerintah daerah. Kita ingin memastikan bahwa kebijakan pengelolaan sampah tidak hanya menyelesaikan masalah kebersihan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga  Agus Haris Anggap Gugatan Tapal Batas Sidrap Cacat Hukum Usai Jalur Pipa Jadi Batas Wilayah Bontang-Kutim

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam merancang arah kebijakan pengelolaan sampah di Kutim agar lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Ia menambahkan bahwa saat ini volume sampah di Kutim mencapai sekitar 220 ton per hari. Menurutnya, angka tersebut masih bisa dikelola secara efektif jika dilakukan dengan perencanaan yang matang melalui pemilahan dan pemanfaatan kembali limbah.

“Kalau dikelola dengan benar, sampah tidak menjadi beban, justru bisa menjadi sumber daya ekonomi baru,” katanya.

Noviari juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun budaya sadar lingkungan. Pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah akan sia-sia tanpa dukungan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya.

Baca juga  Warga Kaliorang Terhambat Akses, Blank Spot Masih Bayangi Sejumlah Desa

Selain aspek teknis, FGD juga membahas pentingnya integrasi antara sektor ekonomi dan lingkungan.

Pemerintah ingin agar pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada pengumpulan dan pembuangan, tetapi menjadi bagian dari sistem ekonomi hijau yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui kajian kelayakan ini, Pemkab Kutim berharap dapat menentukan arah kebijakan yang realistis dan efektif dalam pengelolaan sampah.

“TPST yang direncanakan nantinya akan menjadi pusat kegiatan pengolahan sampah terpadu berbasis keberlanjutan” pungkasnya.

Dengan semangat kolaboratif, Noviari menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi langkah nyata menuju Kutim yang bersih, hijau, dan berdaya saing lingkungan.(ADV)

Share :

Baca Juga

Kaltim

Isu Nepotisme hingga Lingkungan, Ribuan Massa Siap Turun ke Jalan di Kaltim

Kaltim

Mal Lembuswana di Ujung Masa HGB, Pemprov Kaltim Siapkan Langkah Strategis

Kaltim

Anggaran Renovasi Rp25 Miliar Disorot, Pemprov Kaltim Beri Klarifikasi

Kaltim

Isu Ambulans Rp9 Miliar di Kutim, Ini Fakta Sebenarnya

Kaltim

PAD Kaltim Terancam Tak Capai Target, Sejumlah Faktor Jadi Pemicu

Kaltim

Kukar Matangkan Persiapan MTQH Kaltim 2026, 13 Lokasi Lomba Disiapkan

Advertorial

Berbagi Berkah Ramadhan 2026, Citimall Bontang Ajak 50 Anak Yatim Piatu Wisata ke Mall

Advertorial

Tingkatkan Kepedulian Sosial, Safari Ramadan MTMY Baiturrahman Salurkan Rp799 Juta