Bentangkaltim.com, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah membuka peluang untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029 mendatang setelah ada isu nama ia disebut sebagai calon potensial. Namun demikian Helmi menegaskan bahwa keputusan pencalonan sepenuhnya berada di tangan partai politik dan partai akan menentukan kebijakan serta aturannya.
“Kalau urusan pencalonan itu nanti kita tunggu dari partai ya, tentu partai nanti punya kebijakan dan aturan,” ujar Helmi saat ditanya mengenai kemungkinan maju sebagai calon walikota pada, Selasa (02/06/2026).
Ia menjelaskan sebagai kader partai dirinya akan mengikuti mekanisme dan keputusan yang ditetapkan oleh partai termasuk terkait pencalonan kepala daerah dalam kontestasi politik mendatang. Helmi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Samarinda ditanya apakah ia layak dicalonkan dan ia menjawab bahwa itu kembali kepada penilaian masyarakat termasuk wartawan.
“Saya di Gerindra ini hari ini posisi sebagai ketua DPR, sebagai ketua DPC, apakah menurut sampean layak saya dicalonkan? Nah itu kembali kepada masyarakat termasuk Anda,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.
Menurutnya Partai Gerindra memiliki banyak kader potensial yang bisa diusung dalam kontestasi politik mendatang tidak hanya dirinya saja. karena jika bicara masa depan figur tentunya di Partai Gerindra ini banyak tidak Helmi sendirian. Ia menambahkan bahwa sebagai kader dan pengurus partai tentu cita-cita tertinggi adalah merebut kekuasaan termasuk di DPR juga sebagai kepala daerah.
“Berarti kalau sebagai kader, sebagai pengurus partai itu tentu cita-cita yang paling tinggi itu pasti merebut kekuasaan itu termasuk selain di DPR juga kepala daerah,” Helmi menegaskan kalau ada perintah dari partai untuk maju ia siap mengikuti karena sebagai kader partai wajib mengikuti perintah.
Dalam beberapa periode terakhir kursi kepala daerah di Samarinda memang diisi oleh kader partai politik termasuk dari Gerindra yang telah mengusung Andi Harun untuk dua periode terakhir sebagai wali kota. Ia juga mengatakan bahwa untuk persiapan calon nanti dari DPP dan DPD yang akan menetapkan siapa yang akan mendaftar ke DPC.
Saat ditanya apakah sudah ada gerakan taktis menuju 2029 Helmi menjawab bahwa semuanya masih mengalir saja dan belum ada keputusan. Pengamat politik menilai dinamika Pilkada 2029 diprediksi akan semakin kompetitif seiring munculnya figur-figur baru dari berbagai partai politik yang akan bersaing.
DPRD sebagai lembaga legislatif tetap berperan dalam menjaga stabilitas politik daerah menjelang kontestasi Pilkad 2029 mendatang. Helmi menutup wawancara dengan mengatakan bahwa ia hanya bisa mendoakan agar semuanya berjalan lancar dan mempersilakan wartawan mencari sumber nama-nama yang muncul.
(ard/lal/adv)









