Home / Kaltim

Rabu, 7 Agustus 2024 - 07:10 WIB

Pria di Kaltim Perkosa dan Bunuh Istri Orang Karena Dibohongi

Kutai Kartanegara – Pria berinisial AA asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap polisi gegara memperkosa dan membunuh wanita inisial N (34) lalu membuang jasad korban di semak-semak pinggir jalan Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Pelaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran sakit dibohongi korban.
Dalam foto diterima detikcom, pelaku AA tampak mengenakan kaos hitam. Tampak pelaku memiliki kulit sawo matang dengan alis dan kumis tebal.

Pelaku AA terlihat diamankan aparat kepolisian di Pelabuhan Semayang, Balikpapan pada Minggu (4/8) malam. Tampak anggota polisi menggenggam bayu AA dari belakang.

Kapolres Kukar, AKBP Heri Rusyaman mengatakan AA membunuh korban di Jalan PM Noor, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Jumat (2/8) sore. Saat itu, AA mencekik leher korban hingga lemas usai terlibat cekcok.

“Saat korban masih bergerak pelaku menindih korban dari atas dan langsung menyetubuhi korban di dalam truk fuso tersebut,” terang Heri dalam keterangannya Senin (5/8/2024).

Baca juga  Pemkot Bontang Siapkan Seragam Gratis untuk Pelajar SD dan SMP Menjelang Tahun Ajaran Baru

Heri menuturkan pelaku yang melihat N masih bergerak kembali mencekik leher korban hingga meninggal dunia. Sebelum dibuang, AA sempat mengambil uang dan ATM korban.

“Pelaku mengambil barang-barang berharga milik korban berupa uang Rp 350 ribu, dan 4 buah ATM setelah itu pelaku membawa korban ke arah wilayah Kukar,” jelasnya.

Selanjutnya, pelaku membuang jasad korban di semak-semak Jalan Poros Jalur Dua Samarinda-Tenggarong KM 6, Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang. AA lalu mengambil parang di truk untuk memotong daun pelepah sawit untuk menutupi jasad korban.

“Pelaku juga sempat membuang handphone, tas, dan sendal korban di hutan belakang untuk menghilangkan barang bukti, setelah itu pelaku menuju Balikpapan,” terangnya.

Heri mengungkap dari hasil pemeriksaan, AA nekat menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati dibohongi. Selain itu, AA juga mengetahui bahwa korban memiliki suami bukan seorang janda seperti pengakuannya.

“Pelaku merasa tidak terima karena saat hendak melihat handphone korban tidak diperbolehkan sehingga pelaku merasa marah dan juga pelaku merasa dibohongi yang mana korban mengaku bahwa dirinya adalah seorang janda namun pelaku mengetahui bahwa korban sudah memiliki suami sehingga pelaku merasa emosi,” ungkapnya.

Baca juga  Evaluasi Kinerja Perusahaan Daerah, DPRD Samarinda Soroti Varia Niaga dan Kondisi BPR

Lebih lanjut, Heri menjelaskan bahwa pelaku juga sudah memiliki istri yang berada di Sulawesi. Pelaku dan korban pun menjalin hubungan gelap selama kurang lebih satu tahun.

“Jadi dia (pelaku) karena supir ekspedisi, jadi pada saat kesinilah yang bersangkutan menemui korban, karena kenal di Tiktok pas ke Samarinda menjalin hubungan selama satu tahun,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, mayat N ditemukan di semak-semak di Jalan Poros Jalur Dua Samarinda-Tenggarong KM 6, Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar, Sabtu (3/8) pukul 17.00 Wita. Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian mengamankan pelaku, Minggu (4/8) malam.

“Pelaku kita amankan di pelabuhan Semayang pada Minggu malam, jadi pelaku ini sopir truk,” ucap Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman.

(hsr/sar)

 

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Sampah jadi Energi Listrik

Advertorial

Helmi Pastikan DPRD Samarinda Bantu Kegiatan GMKI Tapi Sesuaikan Kemampuan Anggaran

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dinilai Berpeluang Maju Pilkada 2029

Advertorial

Daya Beli Turun, DPRD Samarinda Dorong Pelaku Usaha Sesuaikan Stok dan Manfaatkan Program MBG

Advertorial

DPRD Samarinda Ingatkan Perusahaan Soal PHK, Tegaskan Harus Sesuai Aturan Disnaker

Advertorial

Ancaman Penghapusan Honorer, Sri Puji: Samarinda Masih Kekurangan Guru Bahasa Inggris

Advertorial

Anggota DPRD Samarinda Luncurkan Aplikasi Sani Mendengar, Warga Bisa Lapor Aspirasi 24 Jam

Advertorial

DPRD Samarinda Soroti PHK Sektor Tambang Kian Marak Terjadi