Bentangkaltim.com, Bontang – Kontribusi badan usaha milik daerah (BUMD) terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dinilai masih perlu ditingkatkan. Komisi B DPRD Bontang meminta seluruh perusahaan milik pemerintah daerah tidak hanya fokus menjalankan operasional dan pelayanan, tetapi juga mampu menghasilkan keuntungan yang berdampak langsung terhadap keuangan daerah melalui dividen.
Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam menegaskan, pembenahan tata kelola menjadi pekerjaan utama yang harus segera dilakukan oleh setiap BUMD. Menurutnya, perusahaan daerah harus dikelola secara profesional agar mampu berkembang sebagai entitas bisnis sekaligus tetap menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Ia menyoroti sejumlah BUMD strategis di Bontang, mulai dari Perumda Air Minum (PDAM), PT Bontang Migas Energi (BME), hingga Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik pemerintah daerah. Ketiganya dinilai memiliki potensi besar untuk memberikan sumbangan terhadap PAD apabila dikelola dengan manajemen yang sehat dan berorientasi pada peningkatan kinerja.
“BUMD harus sehat. Pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas, tetapi kontribusi terhadap PAD juga harus meningkat,” kata Rustam.
Khusus untuk PDAM, Rustam berharap berbagai penyesuaian yang telah dilakukan pemerintah, termasuk penyempurnaan regulasi dan kebijakan tarif, dapat berdampak pada peningkatan kualitas layanan air bersih kepada pelanggan. Di sisi lain, perusahaan juga didorong terus memperkuat infrastruktur dan meningkatkan efisiensi operasional agar kondisi keuangannya semakin stabil.
Menurutnya, pelayanan yang semakin baik akan berdampak positif terhadap kepercayaan masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan perusahaan. Dengan begitu, PDAM diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan layanan publik, tetapi juga memberikan kontribusi lebih besar terhadap kas daerah.
“Mudah-mudahan pelayanan bisa lebih baik dan ke depan dapat membantu pemerintah lewat PAD,” ujarnya.
Perhatian serupa juga diberikan kepada PT Bontang Migas Energi (BME). Rustam menilai prospek perusahaan tersebut semakin menjanjikan seiring bertambahnya pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Bontang. Program perluasan sambungan jargas dinilai akan memperbesar basis pelanggan sekaligus meningkatkan potensi pendapatan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
Menurut dia, peluang tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal melalui pengelolaan perusahaan yang efektif dan efisien. BME diminta mampu mengoptimalkan setiap potensi bisnis sehingga laba perusahaan terus bertumbuh.
Meski demikian, Rustam mengingatkan agar peningkatan keuntungan perusahaan tidak sepenuhnya terserap untuk membiayai operasional. Ia menilai sebagian laba harus disisihkan sebagai dividen yang nantinya menjadi tambahan pemasukan bagi pemerintah daerah.
“Peluang PAD dari sektor ini sebenarnya cukup besar, apalagi sambungan jargas terus bertambah. Keuntungan jangan habis di operasional. Harus ada yang disimpan untuk dividen,” tegasnya. (ASR/ADV DPRD Bontang)









