Bentangkaltim, Bontang – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 008 Bontang Utara, Masitah, mengeluhkan akses jalan yang sempit dan kurangnya lahan parkir. Pernyataan itu disampaikan, Masitah saat menerima kunjungan rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Kota Bontang bersama DPRD Kota Bontang di ruang kelas pertemuan SDN 008 Bontang Utara, Jalan Parikesit, Bontang Baru, pada Jumat (8/8/2025).
Masitah menyebut Disdikbud Kota Bontang hingga kini belum bisa merealisasikan keinginan dari pihak sekolah. Ia khawatir, dengan jumlah peserta didik sekitar 500 orang, kondisi tersebut akan menyulitkan siswa maupun guru bila terjadi musibah. Jalur yang dapat dilalui hanya satu, yakni pintu masuk ke halaman sekolah.
“Akses jalan kami (SDN 008 Bontang Utara, Red.) tidak ada pak, Seandainya terjadi yang tidak diinginkan. Anak sejumlah 500 sekian tidak ada hanya satu-satunya jalan yang apak lewati ke tempat kami,” ungkap Masitah di depan Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam.
Lebih lanjut, Masitah, menambahkan, selain akses jalan, sekolah juga kekurangan lahan parkir. Lokasi yang dulunya bukan kawasan parkir, namun Disdikbud sudah memberikan tempat menaruh kendaraan sekitar akhir tahun 2024 lalu, meskipun belum secara keseluruhan.
“Alhamdulillah akhir tahun kemarin sudah direalisasikan melalui Disdikbud Kota Bontang. Itupun tidak bisa menyelesaikan karena parkiran kami terbatas,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Masitah, memohon kepada DPRD Kota Bontang sebagai lembaga wakil rakyat untuk membebaskan lahan kosong di samping sekolah. Diketahui lahan tersebut, berencana di jual oleh pemiliknya dan telah ditawarkan ke pihak sekolah.
“Lahan itu sudah ditawarkan ke sekolah untuk dijual. Saat ini pemilik masih menunggu jika menginginkan. Namun, apabila tidak, lokasi tersebut akan dijual ke orang lain,” terangnya.
“Jika tidak bisa yang di samping sekolah, ada juga lahan di belakang. Jadi kami mohon bantuannya,” harap Masitah.
Namun, menurut Masitah, jika pembebasan lahan tidak memungkinkan untuk diwujudkan. Maka, dia meminta agar senator Bontang yang hadir dapat mengkomunikasikan kepada pemerintah menyerahkan sebagian aset Rumah Singgah untuk dikelola oleh pihak sekolah.
Ia menyampaikan, keinginan tersebut juga sudah disiapkan dalam bentuk surat, dalam isi berkas bakal disertakan dokumen pendukung lainnya. Setelah pertemuan, pihak sekolah akan menyampaikan secara resmi kepada Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
“Kalau tidak adalagi sosulinya, mungkin separuh dari Rumah Singgah bisa dilimpahkan ke SDN 008 Bontang Utara,” tandasnya.
Kendati demikian, Masitah mengucapkan terima kasi kepada pemerintah dan Anggota DPRD telah menyambangi dan melihat keadaan sekolah secara langsung. Ia berharap, keluhan dari pihaknya dilaksanakan terkait permasalahan tersebut.
“Kami mohon dengan sangat melalui Ketua DPRD Kota Bontang bisa merealisasikannya. Kami ucapkan terima kasih,” tutupnya. (Jay/Adv).










