Home / Advertorial / Bontang

Rabu, 10 September 2025 - 23:04 WIB

Usai Kasus Kekerasan Menimpa Seorang Murid, Walikota Usulkan Semua Sekolah di Bontang Pasang CCTV

CCTV (Closed-Circuit Television) Ilustrasi

CCTV (Closed-Circuit Television) Ilustrasi

Bentangkaltim.com, BONTANG – Kasus dugaan kekerasan yang menimpa seorang murid di Bontang menuai perhatian serius Wali Kota Neni Moernaeni. Ia menegaskan kejadian seperti ini tidak boleh lagi terjadi di lingkungan sekolah.

“Sudah dapat informasi itu. Saya perintahkan Disdik untuk evaluasi,” ucap Neni.

Sebagai langkah pencegahan, Neni juga mengusulkan setiap sekolah dilengkapi kamera pengawas. “Perangkat CCTV tidak terlalu mahal, tetapi manfaatnya luar biasa,” kata Neni.

Menurutnya, kamera pengawas akan membantu guru dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memantau langsung kondisi di sekolah. Ia menekankan, Bontang tengah menuju predikat Kota Layak Anak (KLA), sehingga keamanan siswa menjadi prioritas utama.

Selain pemasangan CCTV, Neni meminta sekolah mengurangi kegiatan bimbingan teknis (bimtek) agar dana dapat dialihkan untuk peningkatan fasilitas, termasuk internet cepat. Ia juga menegaskan, kesalahan siswa sebaiknya ditangani secara empat mata di ruang khusus, bukan di depan publik.

Baca juga  Dianggap Mengancam Kebebasan Pers dan Kebebasan Berekspresi Warga, Jurnalis Bontang Tegas Menolak Draft RUU Penyiaran

Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengakui pihaknya sudah berulang kali memberikan teguran kepada oknum guru tersebut, namun tidak ada perubahan. “Susah itu oknum guru sudah sering ditegur. Tapi tidak berubah. Sekarang kami persiapkan untuk mutasi,” jelasnya.

Selain memproses pemindahan guru, Disdikbud juga memastikan perlindungan terhadap murid korban.

“Dipindah anaknya kalau tunggu mutasi guru kan lama ada prosesnya,” sambung Saparuddin.

Lebih lanjut, Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengungkapkan pengadaan CCTV sudah tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025.

Dengan demikian, diharapkan kasus kekerasan di sekolah dapat diminimalisir dan lingkungan sekolah menjadi lebih aman dan nyaman bagi siswa.

Baca juga  Jangan Biarkan Lembaga Adat Hanya Jadi Pajangan, DPRD Bontang Dorong Ambil Peran dalam Pembangunan

“Pengadaan dilakukan bertahap menyesuaikan kondisi keuangan daerah. Tetapi nantinya semua sekolah negeri akan dilengkapi CCTV,” ujarnya.

Data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) mencatat, anggaran untuk sekolah dasar mencapai Rp560,7 juta untuk 30 unit IP camera outdoor dengan spesifikasi 4 megapiksel PTZ dan 25x zoom. Sementara untuk SMP, anggarannya Rp168,2 juta untuk sembilan unit dengan spesifikasi serupa.

Wali Kota Neni Moernaeni berharap bahwa tindakan tegas yang diambil oleh Disdikbud dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.

Dengan kerjasama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, diharapkan kasus kekerasan di sekolah dapat dicegah dan siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman.(han/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh TPA di Kota Bontang

Bontang

PWI Bontang Gelar UKW Oktober Mendatang, Buka Kelas Muda hingga Utama

Advertorial

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Bontang

Kodim 0908/Bontang Gelar Apel Gabungan, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00