Home / Advertorial / Kaltim

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:34 WIB

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sebut Pemisahan Disporapar Harus Seimbang dengan Kinerja dan Kepentingan Ekonomi Lokal

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Bentangkaltim.com/ist).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menanggapi usulan Komisi II DPRD Samarinda yang mendorong pemisahan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) menjadi dua organisasi perangkat daerah (OPD) terpisah.

Usulan tersebut sebelumnya disampaikan pimpinan Komisi II DPRD Samarinda dengan pertimbangan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Sri Puji Astuti mengaku sepakat dengan semangat peningkatan PAD, namun menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kalau Komisi II bicara seperti itu karena ingin meningkatkan PAD dari sektor pariwisata. Tapi kalau kami, pariwisata ini hubungannya dengan manusia, jadi jangan sampai pariwisata yang kita bangun itu malah memarginalkan masyarakat lokal,” kata Sri Puji Astuti, Kamis (23/07/2026).

Baca juga  Hari Ulang Tahun Pupuk Kaltim ke-47: Tegaskan Komitmen untuk Pemberdayaan SDM dan Inovasi Berkelanjutan

Dia mewanti-wanti agar pembangunan fasilitas pendukung pariwisata, seperti restoran maupun tempat hiburan, tidak menimbulkan dampak sosial negatif di tengah masyarakat. Dia mencontohkan potensi munculnya peredaran narkoba maupun aktivitas yang bertentangan dengan norma masyarakat di sekitar lokasi wisata.

“Jangan sampai nanti narkoba di situ, macam-macamlah. Apalagi kalau di dekat situ ada masjid, ada sekolahan,” ujarnya.

Selain aspek sosial, Sri Puji Astuti menyebut alasan lain di balik usulan pemisahan Disparbud adalah minimnya sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar menguasai bidang pariwisata maupun kebudayaan. Menurutnya, penggabungan dua sektor tersebut dalam satu dinas selama ini justru membuat program dan anggaran menjadi tidak fokus.

“Selama ini karena digabung, anggaran untuk Disporapar terlihat besar, tapi yang untuk pariwisata sendiri kecil. Padahal kita ingin meningkatkan pariwisata di Kota Samarinda, jadi tidak seimbang,” katanya.

Baca juga  Pemkot Bontang Siapkan Seragam Gratis untuk Pelajar SD dan SMP Menjelang Tahun Ajaran Baru

Dia berpendapat, jika kedua sektor dipisah menjadi OPD tersendiri, masing-masing dinas dapat lebih berkonsentrasi menjalankan program dan mengelola anggaran sesuai kebutuhan bidangnya masing-masing.

Sri Puji Astuti menegaskan, pengembangan sektor pariwisata semestinya berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat Samarinda, bukan justru menggusur nilai-nilai tersebut.

Pembentukan maupun pemisahan OPD di lingkup pemerintah daerah lazimnya harus melalui kajian akademik dan persetujuan bersama antara kepala daerah dan DPRD sesuai mekanisme Peraturan Daerah (Perda).

Hingga saat ini, usulan pemisahan Disporapar Samarinda masih dalam tahap pembahasan dan belum ditetapkan sebagai kebijakan resmi Pemkot Samarinda.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina

Advertorial

Sejumlah Ruas Jalan di Palaran Masih Gelap, DPRD Samarinda Dorong Percepatan PJU

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Polemik Dapur MBG Diselesaikan Secara Clear and Clean

Advertorial

DPRD Samarinda: Rencana Pemindahan Aktivitas Pelabuhan Masih Sebatas Arah Kebijakan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda: Aksi Boti Hunter Jangan Sampai Berujung Persekusi

Advertorial

DPRD Samarinda Sudah Usulkan Transportasi Massal, Masih Tunggu Kepastian Anggaran

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Bakal Evaluasi Sistem SPMB hingga Tinjau Puskesmas