Home / Advertorial / Bontang

Senin, 11 Agustus 2025 - 20:32 WIB

Dana BOS Tahun 2025, Disdikbud Sebut Bantuan Pendidikan Siswa SD di Bontang Meningkat

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Nurhadi (tengah foto: kemeja kotak-kotak), (Foto: Jay).

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Nurhadi (tengah foto: kemeja kotak-kotak), (Foto: Jay).

Bontang – Pemerintah Kota Bontang memberikan bantuan bagi peserta didik di tingkat sekolah dasar (SD) tahun ini mengalami kenaikan sebesar Rp200 ribu. Di mana, masa pemerintahan sebelumnya, sekitar Rp500 per siswa, sementara di kepemimpinan Neni Moerniaeni sebagai Wali Kota Bontang naik menjadi Rp700 ribu.

“Kalau dulu itu Rp500 ribu, kalau sekarang di jaman bunda Neni (Wali Kota Bontang, Red.) dan pak Agus Haris (Wakil Wali Kota Bontang, Red.) itu dinaikkan sekitar Rp700 ribu per siswa,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Kota Bontang, Nurhadi, saat kunjungan ke SDN 008 Bontang Utara, Jumat (8/8/2025) pagi.

Lebih lanjut, Nurhadi menjelaskan, adapun bantuan yang diperuntukkan buat siswa tersebut bersumber dari anggaran bantuan operasional sekolah daerah (BOS-Da). Selain itu, ada pula dana BOS yang berasal dari anggaran pusat (BOP-P).

Baca juga  Ancaman Penghapusan Honorer, Sri Puji: Samarinda Masih Kekurangan Guru Bahasa Inggris

Kata dia, dana BOS-Da dan dana BOS-P memiliki peruntukkan yang berbeda. Untuk keperluan siswa maupun sekolah yang tidak masuk dalam penganggaran dalam BOS-P, maka hal itu dapat dituangkan di postur anggaran BOS-Da.

“Jadi BOS-Da dan BOS-P ada perbedaan, ada juknis (Petunjuk Teknis, Red.) masing-masing,” jelasnya.

“Jadi yang tidak ditampung oleh BOS-P itu, dapat diakomodir oleh dana BOS-Da. Misalkan makan minum tidak ada di dalam BOS-P, maka dana BOS-Da dapat mengadakan itu,” sambungnya.

Termasuk pengadaan buku pelajaran LKS (Lembar Kerja Siswa) itu dapat direalisasikan melalui anggaran BOS-P, namun LKS hanya berupa fotokopi. Nurhadi bilang, telah mengadakan rapat pembahasan mengenai penyediaan buku LKS, untuk skemanya masih dalam tahap perencanaan dan pengkajian yang mendalam.

Baca juga  Rasman Dorong Perhatian Terhadap Olahraga Daerah Kepada Kemenpora RI di Bawa Komando Dito Ariotedjo

Selain itu, pemerintah juga tengah mempelajari payung hukum untuk pengadaan buku belajar siswa tersebut. Ia menilai, cara sangat diperlukan guna menghindari persoalan hukum dikemudian hari.

“Kami (Disdikbud Kota Bontang, Red.) juga masih mempelajari. Apakah nanti pemerintah yang mengadakan LKS-nya atau diserahkan ke pihak sekolah,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nurhadi juga menyampaikan bahwa pihaknya dalam hal ini Disdikbud Kota Bontang telah menindaklanjuti isu penjualan buku, seragam, dan pungutan iuran siswa. Langkah tersebut dengan memberikan surat teguran, upaya ini adalah buntut dari laporan warga yang masuk melalui aplikasi WhatsApp (WA).

“Kami (Disdikbud Bontang, Red.) sudah mengeluarkan surat teguran atas dasar intruksi Wali Kota Bontang (Neni Moerniaeni, Red.) dan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Harus, agar segara ditindaklanjuti laporan itu,” tutupnya. (Jay/Adv).

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ancaman Penghapusan Honorer, Sri Puji: Samarinda Masih Kekurangan Guru Bahasa Inggris

Advertorial

Anggota DPRD Samarinda Luncurkan Aplikasi Sani Mendengar, Warga Bisa Lapor Aspirasi 24 Jam

Advertorial

DPRD Samarinda Soroti PHK Sektor Tambang Kian Marak Terjadi

Advertorial

Sani Bin Husain Serap Aspirasi Warga, Infrastruktur dan Air Bersih Menjadi Masalah

Advertorial

Paripurna Laporan Pelaksanaan APBD Masuk Agenda Juli, DPRD Samarinda Rampungkan Jadwal Juni

Advertorial

Sri Puji Astuti: Juknis SPMB Sudah Jelas, Tantangannya Ada di Sosialisasi ke Masyarakat

Advertorial

Maswedi Dorong Domino Jadi Olahraga Rekreasi yang Serius Dibina di Samarinda

Advertorial

Sani Bin Husain Beri Saran ke Pemkot Samarinda Soal Pemberdayaan UMKM, Sebut ada Empat Indikator