Home / Advertorial / Kaltim

Senin, 10 November 2025 - 10:36 WIB

Lewat Isbat Nikah Terpadu, Disdukcapil Kutim Pastikan Warga Miliki Status Hukum yang Jelas

Jumeah, Kepala Disdukcapil Kutai Timur

Jumeah, Kepala Disdukcapil Kutai Timur

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur (Kutim) terus berinovasi menghadirkan pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Salah satunya melalui program Isbat Nikah Terpadu, sebuah langkah nyata untuk membantu pasangan yang menikah siri agar memperoleh status hukum yang sah dan tercatat secara resmi dalam administrasi kependudukan.

Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, S.Sos., M.M., menuturkan bahwa kegiatan isbat nikah ini bukan sekadar formalitas hukum, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam memberikan kepastian hukum dan perlindungan sosial bagi warga.

“Muaranya tetap ke Capil. Kami memastikan setelah pasangan dinikahkan secara isbat, seluruh dokumen kependudukannya seperti KTP, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran bisa tertib dan sah secara hukum,” ujar Jumeah, Senin (10/11/2025).

Baca juga  Ramadhan Kreatif Market 2024 Alternatif Ngabuburit selama Ramadhan di Bontang

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Disdukcapil Kutim, Kementerian Agama (Kemenag), dan Pengadilan Agama (PA).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah kecamatan, termasuk Teluk Pandan dan Sangatta Utara, dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.

Di Kecamatan Teluk Pandan, kegiatan ini menargetkan 100 pasangan, namun setelah melalui proses verifikasi oleh Pengadilan Agama dan Kemenag, sekitar 70 pasangan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti sidang isbat.

Sedangkan di Sangatta Utara, dari target 50 pasangan, 40 pasangan berhasil terverifikasi dan dijadwalkan menjalani sidang pada Desember mendatang.

Menurut Jumeah, proses verifikasi dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh peserta benar-benar memenuhi ketentuan hukum.

Lebih lanjut, Jumeah menyebut bahwa kegiatan isbat nikah memiliki dampak sosial yang besar, terutama bagi anak-anak dari pasangan nikah siri.

Baca juga  Pansus RTRW DPRD Bontang Fokus Sinkronisasi Data dan Serap Aspirasi Publik

Setelah dinyatakan sah secara hukum, status anak akan berubah dari ‘anak ibu’ menjadi ‘anak ayah dan ibu’, sehingga mereka memiliki hak yang sama dalam administrasi kependudukan maupun hukum.

“Ini bukan hanya soal dokumen, tapi soal masa depan. Anak-anak berhak mendapatkan identitas dan perlindungan hukum yang jelas. Itu yang kami perjuangkan melalui program ini,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan Isbat Nikah Terpadu, Disdukcapil Kutim berharap semakin banyak warga yang sadar akan pentingnya legalitas pernikahan dan tertib administrasi.

Program ini juga menjadi bukti sinergi antara lembaga pemerintah untuk memberikan pelayanan yang lebih humanis dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Tujuan akhirnya sederhana memberikan kepastian hukum dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik,” pungkas Jumeah.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Bontang Ingatkan Pos Damkar Bontang Kuala Tidak Berakhir Jadi Aset Terbengkalai

Advertorial

DPRD Bontang Minta ASN Taat Aturan Absensi dan Hindari Manipulasi Lokasi

Advertorial

DPRD Bontang Minta Dasar Hukum Penggunaan Aset Pemkot untuk Koperasi Merah Putih Diperjelas dalam Raperda BMD

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Sampah jadi Energi Listrik

Advertorial

DPRD Bontang Soroti Ketersediaan Material Pembangunan, Isu Galian C Jadi Perhatian dalam Pembahasan RTRW

Advertorial

Dukung Kesetaraan Bagi Disabilitas, Pupuk Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Inklusi di Kota Bontang

Advertorial

DPRD Cermati Status Lahan Wana Tirta, Jangan Sampai RTRW Timbulkan Masalah Baru

Advertorial

Helmi Pastikan DPRD Samarinda Bantu Kegiatan GMKI Tapi Sesuaikan Kemampuan Anggaran