Home / Advertorial / Kaltim

Rabu, 12 November 2025 - 21:46 WIB

Kutim Bangun Sistem Cerdas Tangani Ledakan Sampah Harian

Foto bersama dalam agenda FGD TPST

Foto bersama dalam agenda FGD TPST

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Lonjakan volume sampah di wilayah Kutai Timur (Kutim) mendorong pemerintah daerah mengembangkan sistem pengelolaan cerdas berbasis teknologi. Sistem ini dirancang agar proses pemilahan, pengangkutan, dan pengolahan sampah berjalan lebih efisien.

Asisten II Setkab Kutim, Noviari Noor, menyebut inovasi pengelolaan sampah menjadi keniscayaan bagi daerah yang terus berkembang.

“Sampah kita sudah 220 ton per hari. Tanpa sistem cerdas, pengelolaan bisa kolaps. Karena itu, Pemkab menyiapkan pendekatan modern dengan perencanaan digital dan berbasis data,” ujarnya, setelah pembukaan FGD Kajian Kelayakan Teknis, Ekonomi, dan Lingkungan Pembagunan TPST di Hotel Royal Victoria, Rabu (12/11/2025).

Baca juga  Desa Wisata Lok Tuan Kota Bontang Raih Juara 1 Lomba Desa Wisata Se-Kaltim

Melalui sistem ini, pemerintah akan memantau produksi sampah dari sumbernya dan mengatur ritme pengangkutan secara real-time.

Hal ini memungkinkan petugas lapangan bekerja lebih terarah, sehingga tumpukan sampah di area padat dapat segera ditangani.

Noviari menjelaskan, pembangunan TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) juga menjadi bagian dari sistem cerdas ini. Di sana, sampah akan dipilah menjadi bahan yang bisa diolah ulang dan residu yang akan dibuang.

“Kita ingin setiap ton sampah memiliki nilai guna. Itu prinsip dasar ekonomi sirkular,” katanya.

Pemerintah juga mendorong partisipasi warga melalui aplikasi pelaporan dan edukasi digital mengenai pemilahan sampah rumah tangga. Upaya ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat tentang sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Baca juga  Perbanyak Event dan Pertandingan Menjadi Strategi Dispora Kaltim Menjaga Eksistensi Olahraga Tradisional

Menurut Noviari, keberhasilan program ini akan menjadi tonggak baru pengelolaan lingkungan di Kutim.

“Kalau sistem digital berjalan baik, data volume dan jenis sampah bisa dikendalikan. Ini memudahkan kita menyusun kebijakan jangka panjang,” ungkapnya.

Selain efisiensi operasional, sistem ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengolahan dan daur ulang. Pemerintah tengah menyiapkan skema kemitraan dengan UMKM dan pelaku industri hijau.

“Kita tidak hanya bicara kebersihan, tapi juga nilai ekonomi. Sampah bisa jadi peluang,” tutup Noviari.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Samarinda Kawal 31 Siswa yang Belum Dapat Sekolah Negeri

Advertorial

DPRD Samarinda Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Kelestarian Lingkungan Sekitar Dimulai dari Pengelolaan Sampah dari Rumah

Advertorial

Ketua Komisi II DPRD Samarinda Khawatir Harga BBM Naik Picu Inflasi

Advertorial

49 Jiwa Terdampak Kebakaran di Loa Janan Ilir, Ketua DPRD Samarinda Desak Pemkot Segera Lakukan Perbaikan

Advertorial

Komisi III DPRD Samarinda Bakal Panggil OPD Soal Lampu Mahkota II Mati

Advertorial

DPRD Samarinda Desak Pemerintah Perlunak Syarat SHM untuk Bangun Rumah Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Soroti Ekonomi Masyarakat Kelas Menengah Kian Tergerus

Advertorial

PMKRI Samarinda Gelar SIlaturahim, Ketua DPRD Helmi Abdullah Sebut Organisasi Mahasiswa Mitra Penting Dewan