Home / Advertorial / Kaltim

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:24 WIB

DPRD Samarinda Bakal Panggil Disdag Bahas Masalah Pedagang di Pasar Pagi

Ketua Komisi II DPRD Samarinda,Iswandi

Ketua Komisi II DPRD Samarinda,Iswandi

Bentangkaltim.com, Samarinda- Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyatakan pihaknya akan memanggil Dinas Perdagangan (Disdag) untuk meminta penjelasan sekaligus evaluasi terkait kondisi Pasar Pagi.

Karena kata Iswandi, para pedagang mengeluhkan jumlah pembeli yang masuk ke area kios masih rendah, hal itu disebabkan sebagian pedagang memilih berjualan di luar area pasar demi menjangkau pengunjung yang lebih ramai.

“Kami akan panggil Disdag, saya juga monitor laporan dari para pedagang. Pasar yang dibangun dengan biaya Rp468 miliar, hasilnya bagus tapi malah sepi pedagang. Ekonomi tidak bergerak. Mau buat apa itu, saya khawatirkan dari dulu,” ujar Iswandi.

Baca juga  Kutim Perkuat Layanan Cap Jempol untuk Percepat Penuntasan Anak Putus Sekolah

Dia menilai, pembangunan fisik pasar yang sudah baik tidak akan memberikan manfaat maksimal jika tidak diikuti dengan aktivitas ekonomi yang hidup di dalamnya.

“Pembangunan infrastruktur secara estetik bagus, tapi secara manfaat tidak ada nanti. Bahaya itu,” tambahnya.

Iswandi menegaskan anggaran besar yang telah digelontorkan untuk pembangunan pasar seharusnya mampu mendorong pergerakan ekonomi pedagang, bukan justru sebaliknya.

Politisi PDIP ini meminta Disdag Samarinda segera mencari langkah konkret untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di dalam pasar agar tidak terus sepi pengunjung.

Baca juga  Cegah Diskriminasi, Tri Ismawaty Dukung Penuh Raperda Penyandang Disabilitas

“Lebih baik 400 miliar itu digunakan untuk yang langsung berdampak. Kita minta dinas bagaimana caranya meramaikan lagi pasar itu. Jangan cuma bisa bangun tapi tidak bisa meramaikan,” tegasnya.

Selain sepinya pembeli, Iswandi juga menyoroti masih banyaknya kios kosong di dalam area pasar. Menurutnya, kondisi tersebut membuat fungsi pasar tidak berjalan optimal dan terkesan tidak tertata sebagai pusat aktivitas ekonomi.

“Penataan-penataan itu saya lihat banyak space kosong. Kalau pasar itu biasanya penuh orang jualan. Ini seperti lorong, bukan tempat wisata,” tutupnya.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kembali Duduk di DPRD Bontang, Sudiyo Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bontang Selatan

Advertorial

Sudiyo Langsung Duduki Kursi Strategis di DPRD Bontang, Jadi Sekretaris Komisi C dan Anggota Bamus

Advertorial

Sudiyo Resmi Duduki Slot Kursi DPRD Bontang, Gantikan Almarhum Maming

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan Perusahaan Industri Susun Raperda Penanggulangan Bencana, Sumardi Minta Masukan Ahli Safety

Advertorial

Ridwan Soroti Potensi PAD dari Aset Pemkot Bontang yang Dikelola PT BME

Advertorial

DPRD Bontang Bahas Penyertaan Modal Rp12,7 Miliar ke BME, Ternyata Bukan Suntikan Dana Baru

Advertorial

DPRD Bontang Buka Peluang Industri Beri Masukan Raperda Penanggulangan Bencana

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan PKT dan Badak LNG dalam Penyusunan Perda Penanggulangan Bencana Kawasan Industri