Home / Advertorial / Kaltim

Jumat, 14 November 2025 - 22:05 WIB

Ardiansyah Ajak Generasi Muda Berperan Besar dalam Pelestarian Budaya di Festival Magicland 2025

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman di Festival Magic Land

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman di Festival Magic Land

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Festival Pesona Budaya Magicland 2025 resmi dimulai dan menjadi panggung bagi para pelaku seni muda Kutai Timur untuk menunjukkan kreativitas mereka di bidang seni dan budaya.

Acara yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang menekankan pentingnya memberi ruang bagi generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah pada Jumat malam (14/11/2025).

Dalam sambutannya, Ardiansyah menyebut bahwa partisipasi anak muda dalam kegiatan kebudayaan belakangan ini semakin kuat dan patut diapresiasi. Ia menilai keberadaan mereka menjadi kunci agar budaya Kutim tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.

“Anak muda sekarang punya banyak ruang untuk berkarya. Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, tapi ikut berkontribusi dalam menjaga budaya daerah,” ujarnya.

Baca juga  Rayakan Idul Adha 1446 H SDN 012 Bontang Selatan Sembelih 3 Ekor Sapi

Selain soal seni, Ardiansyah juga menyoroti ketertarikan generasi muda terhadap teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan robotika.

Menurutnya, perkembangan teknologi bukan ancaman bagi dunia kebudayaan, melainkan peluang untuk melahirkan ide kreatif yang lebih luas.

“Teknologi bukan penghalang bagi budaya. Justru bisa menjadi medium baru untuk memunculkan karya-karya kreatif,” jelasnya.

Di sisi lain, kebutuhan ruang bagi para seniman lokal turut menjadi perhatian Bupati, ia menilai fasilitas publik yang dapat digunakan untuk memamerkan karya adalah hal yang perlu dirumuskan dan menyerahkan rumusan kajian tersebut kepada Disdikbud Kutim agar dapat dirancang secara matang dan tepat sasaran.

Ardiansyah juga menyinggung kembali arahan pemerintah terkait pentingnya penggalian sejarah lokal Kutim berupa dokumen dan penelitian berharga yang telah dilakukan oleh peneliti dalam dan luar negeri. Ia berharap kajian-kajian tersebut dapat terus dikembangkan agar identitas sejarah Kutim semakin kuat.

Baca juga  Tingkatkan Kapasitas Diri Pemuda Melalui Momentum Peringatan HSP ke -96

Tak hanya itu, Bupati kembali menegaskan pentingnya pendirian museum daerah, karena ia menilai masih banyak artefak asli Kutai Timur yang saat ini tersimpan di luar wilayah dan tidak bisa diakses masyarakat.

Melalui museum, ia ingin memastikan bahwa benda-benda bersejarah tersebut dapat kembali dan menjadi media edukasi bagi generasi berikutnya.

Terkait lokasi museum, Ardiansyah menyerahkan keputusan kepada Disdikbud Kutim melalui kajian menyeluruh agar penempatan fasilitas itu benar-benar efektif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Festival Pesona Budaya Magicland 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem budaya di Kutai Timur,” pungkasnya.

Melalui festival ini, pemerintah berharap generasi muda semakin aktif berkreasi sekaligus menjaga identitas budaya yang menjadi ciri khas daerah.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Mentan Amran: Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun, Selanjutnya India, Filipina, Brazil, dan Bangladesh

Kaltim

Kaltim Peringkat Pertama Titik Panas Nasional, Warga Diminta Waspada

Advertorial

Usung Semangat Kartini, Srikandi Pupuk Kaltim Dorong Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Advertorial

Ismail Latisi: Insentif Guru di Sejumlah Sekolah Samarinda Belum Terbayar, Ada Guru Belum Bayar Kontrak Rumah

Advertorial

DPRD Samarinda Sebut Penertiban Pom Mini Butuh Perda, Bukan Sekadar Surat Edaran

Advertorial

Novan: Kurikulum Baru Berjalan, tapi Guru Bahasa Kutai dan AI Masih Sangat Terbatas

Advertorial

DPRD Samarinda Desak Pemerintah Perhatikan Nasib Guru Honor Swasta di Hardiknas 2026

Advertorial

Riska Ingatkan Samarinda Harus Kejar Capaian Penurunan Stunting