Home / Advertorial / Kaltim

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:26 WIB

DPRD Samarinda Dorong Masyarakat agar Lakukan Pencegahan Kebakaran dengan Cara Jaga Lingkungan Sekitar

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah saat diwawancarai media. (Bentangkaltim.com/ist).

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah saat diwawancarai media. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Kepatuhan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan serta menolak praktik pembakaran sampah secara sembarangan dinilai menjadi benteng utama dalam mencegah terjadinya bencana kebakaran yang merugikan.

Sebab belakangan ini musibah kebakaran pemukiman hingga lahan pertanian di berbagai wilayah Kalimantan Timur, khususnya Samarinda masih terjadi.

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Tepian untuk meningkatkan kewaspadaan dini.

“Pentingnya kepedulian kolektif warga dalam meminimalisasi potensi pemicu kebakaran. Karena kondisi cuaca yang kering serta tingginya tumpukan sampah di area perkebunan dan pemukiman sangat rentan memicu kobaran api yang sulit dikendalikan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, jangan sekali-kali membakar sampah sembarangan, apalagi di tempat-tempat terbuka seperti daerah perkebunan atau kawasan persawahan.

Baca juga  Cegah Diskriminasi, Tri Ismawaty Dukung Penuh Raperda Penyandang Disabilitas

“Kita harus sangat hati-hati dan selalu berjaga-jaga,” ujarnya.

Helmi menyoroti peristiwa keikutsertaan musibah kebakaran besar yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai cermin penting bagi warga Samarinda. Ia menceritakan bagaimana musibah kebakaran dapat merenggut tempat tinggal dan aset warga dalam waktu singkat jika kewaspadaan melonggar.

“Kebakaran itu harus kita waspadai bersama. Seperti di Kukar kemarin, ada sekitar 75 rumah yang terbakar. Bahkan di kampung halaman saya sendiri di Muara Muntai menghanguskan sekitar sembilan rumah,” bebernya.

Selain masalah pencegahan kebakaran fisik, perhatian DPRD Samarinda juga tertuju pada dampak sekunder berupa kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak sekolah.

Baca juga  Menjelang Tenggat, Polemik Tahura Bukit Soeharto Kian Menghangat

Helmi menekankan bahwa keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas utama. Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring dapat menjadi pilihan ketika kondisi sudah tidak memungkinkan dilaksanakan pembelajaran tatap muka.

Kendati demikian, kebijakan penyesuaian sistem belajar mengajar harus diputuskan secara matang melalui evaluasi kondisi kualitas udara di lapangan serta koordinasi intensif bersama instansi teknis terkait.

DPRD Kota Samarinda berharap sinergi antara kesadaran mandiri masyarakat dalam menjaga lingkungan dan respons cepat Pemerintah Kota dalam memantau kondisi cuaca dapat meminimalkan risiko bencana kebakaran serta menjaga kesehatan warga Kota Samarinda secara menyeluruh.
Pemerintah Kota bersama dinas terkait tentu akan terus berkoordinasi untuk mengambil keputusan terbaik demi melindungi kesehatan anak-anak kita,” tuturnya. (ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Samarinda Pastikan Ada RDP Lanjutan Soal Kompensasi Lahan Jalan Sambutan–Merdeka

Advertorial

Dampak Karhutla Lebih Terasa, Celni Dorong Pemerintah Pusat Naikan Status jadi Bencana Nasional

Advertorial

DPRD Samarinda Dukung Pelibatan UMKM di Teras Samarinda Tahap II, Tekankan Pentingnya Kualitas Produk

Advertorial

DPRD Samarinda Kembali Gelar RDP Bahas Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka

Advertorial

Anggota DPRD Samarinda Edukasi Warga Soal Mekanisme Realisasi Usulan dalam Reses

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Gaji Guru TK/PAUD Belum jadi Perhatian Pemerintah

Advertorial

Banyak Warga Ikut Terdampak Pembangunan Hotel di Kelurahan SPD, DPRD Samarinda Bakal Panggil Instansi Terkait

Advertorial

Pembebasan Lahan Berujung Bermasalah, DPRD Samarinda Minta PUPR Selesaikan Administrasi Sebelum Proyek Dijalankan