Home / Advertorial / Kaltim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Dampak Karhutla Lebih Terasa, Celni Dorong Pemerintah Pusat Naikan Status jadi Bencana Nasional

Karhutla yang sempat terjadi di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. (Bentangkaltim.com/ist).

Karhutla yang sempat terjadi di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Celni Pita Sari, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerpa wilayah Pulau Kalimantan.

Ia secara tegas mendukung dorongan berbagai pihak agar status penanganan karhutla ditingkatkan menjadi bencana nasional.

Celni menilai, dampak karhutla pada periode ini terasa jauh lebih parah dan mengkhawatirkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kendati kondisi di Kalimantan Timur (Kaltim) relatif masih lebih terkendali, wilayah tetangga seperti Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami situasi yang sangat memprihatinkan hingga menelan korban jiwa, termasuk para relawan di lapangan.

“Menurut saya pribadi, bencana ini sudah jauh lebih mengerikan daripada tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Celni, Rabu (21/10/2026).

Baca juga  Ketua Komisi IV DPRD Samarinda: Aksi Boti Hunter Jangan Sampai Berujung Persekusi

Ia berharap pemerintah pusat bisa berbenah. Dengan Kepala BNPB yang baru, Celni berharap penanganan bisa menjadi lebih sigap, dan dapat turun langsung melihat ke lokasi kejadian, terutama di Kalteng, Kalbar, dan Kalsel yang dampaknya jauh lebih parah dari Kaltim.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penetapan status bencana nasional ini merupakan hal yang sangat penting. Dengan ditetapkannya status bencana nasional, maka mobilisasi bantuan, penanganan teknis, serta pemadaman secara masif dan terpadu dari pusat hingga daerah dapat lebih cepat.

“Kebakarannya sudah sangat memprihatinkan, menimbulkan banyak korban jiwa, bahkan relawan pun ada yang meninggal dunia saat bertugas,” ujarnya.

Baca juga  Dinkes Kutim Fokus Turunkan Stunting Lewat Edukasi Gizi dan Pendampingan Keluarga Sejak Dini

Politisi muda ini juga menyayangkan ironi yang terjadi pada kelestarian hutan Kalimantan. Sebagai wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia dan memiliki potensi besar dalam perdagangan karbon (carbon trading) kerusakan hutan akibat kebakaran ini menjadi pukulan telak bagi upaya pelestarian lingkungan.

“Namun saat ini, hutan kita justru sangat sulit diselamatkan dari ancaman kebakaran. Ini sungguh hal yang sangat disayangkan,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak terutama pemerintah pusat dapat mengambil langkah-langkah strategis agar bencana karhutla dan kekeringan ini segera berakhir.

“Semoga pemerintah pusat dapat menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional sehingga penanggulangannya bisa lebih cepat,” pungkasnya. (ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Samarinda Dukung Pelibatan UMKM di Teras Samarinda Tahap II, Tekankan Pentingnya Kualitas Produk

Advertorial

DPRD Samarinda Kembali Gelar RDP Bahas Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka

Advertorial

Anggota DPRD Samarinda Edukasi Warga Soal Mekanisme Realisasi Usulan dalam Reses

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Gaji Guru TK/PAUD Belum jadi Perhatian Pemerintah

Advertorial

Banyak Warga Ikut Terdampak Pembangunan Hotel di Kelurahan SPD, DPRD Samarinda Bakal Panggil Instansi Terkait

Advertorial

Pembebasan Lahan Berujung Bermasalah, DPRD Samarinda Minta PUPR Selesaikan Administrasi Sebelum Proyek Dijalankan

Advertorial

Seorang Anak Jatuh dari Hotel, DPRD Samarinda Minta Fasilitas Pengamanan Harus Dievaluasi Sesuai Standar

Kaltim

GERAM Kecewa Respons Rudy Mas’ud, Persoalan BBM hingga Listrik Dinilai Belum Terjawab