Home / Advertorial / Kaltim

Rabu, 26 November 2025 - 12:49 WIB

Dinkes Kutim Fokus Turunkan Stunting Lewat Edukasi Gizi dan Pendampingan Keluarga Sejak Dini

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus meningkatkan upaya penurunan stunting melalui pendekatan komprehensif berbasis keluarga.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menegaskan bahwa percepatan penanganan stunting tidak hanya bergantung pada layanan medis, tetapi juga pada edukasi gizi dan pendampingan pola asuh sejak dini.

Plt Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, memaparkan bahwa penguatan pemahaman gizi dalam keluarga menjadi kunci yang sangat menentukan.

“Stunting dapat dicegah jika keluarga memahami apa yang dibutuhkan anak dalam masa tumbuh kembang. Pendampingan kesehatan dilakukan sejak remaja, ibu hamil, ibu melahirkan, hingga anak usia balita,” jelasnya, (26/11/2025).

Baca juga  Dispora Kaltim Upayakan Peningkatan Standarisasi Fasilitas Olahraga di Kaltim

Remaja putri mendapatkan tablet tambah darah untuk mengantisipasi anemia, sementara ibu hamil diberikan pemantauan intensif termasuk edukasi konsumsi makanan bergizi.

Setelah melahirkan, keluarga dibimbing untuk memastikan bayi mendapat nutrisi yang tepat melalui ASI dan MPASI, lalu balita dipantau pertumbuhannya secara berkala.

Sumarno menambahkan bahwa pendekatan kesehatan harus dilakukan secara simultan dengan perubahan pola pikir masyarakat.

“Tidak hanya dari tenaga kesehatan, keberhasilan program stunting juga ditentukan dari pola makan, kebiasaan hidup bersih, dan kesadaran keluarga terhadap pentingnya gizi,” ujarnya.

Baca juga  Pupuk Kaltim Siap Bangun Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia: Dukung Kemandirian Industri dan Kurangi Ketergantungan Impor

Program ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia mengenai peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan pembangunan SDM.

Dinkes Kutim berkomitmen memperluas pelayanan dan edukasi melalui Puskesmas, posyandu, sekolah, dan kolaborasi lintas sektor agar peningkatan kualitas tumbuh kembang anak berjalan lebih cepat dan merata.

Dengan pendekatan yang bersifat kolaboratif dan pembinaan berbasis keluarga, Pemerintah Kutim berharap angka stunting dapat ditekan secara signifikan, sehingga generasi Kutim di masa depan tumbuh sehat dan mampu bersaing di tingkat daerah maupun nasional.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00

Advertorial

Bukan Sekadar Lomba, Mission Challenge Badak LNG Satukan Warga Kompleks

Advertorial

Ketua DPRD Bontang Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Advertorial

Kuota Gas Melon Bontang Diproyeksi Turun, DPRD Dorong Pengawasan Diperketat