Home / Advertorial / Kaltim

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:01 WIB

Andriansyah Dorong Aplikasi Bank Sampah dan Solusi TPS Ilegal Jadi Satu Sistem

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah, saat membahas penguatan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. (Bentangkaltim.com/ard).

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah, saat membahas penguatan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. (Bentangkaltim.com/ard).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah, menilai pengelolaan sampah di Samarinda harus dibenahi sebagai satu sistem utuh, bukan dikerjakan terpisah-pisah. Karena itu, ia mendorong pengembangan aplikasi bank sampah di tingkat kelurahan sekaligus penambahan kontainer untuk mencegah munculnya TPS ilegal.

Andriansyah menyampaikan hal itu dalam wawancara pada Senin (25/05/2026). Ia menjelaskan, dua persoalan tersebut saling berkaitan karena pengelolaan sampah tidak akan efektif jika data tidak jelas dan sarana pembuangan resmi tidak tersedia memadai.

Menurut dia, aplikasi bank sampah penting agar pemerintah kota punya data yang akurat dari bawah. Sistem itu bisa mencatat berapa sampah yang masuk bank sampah, berapa residu yang tersisa, dan berapa produksi sampah rumah tangga di tiap kelurahan.

“Supaya lurah itu bisa memonitoring. Bank sampah A misal yang ada di kelurahan itu hari ini berapa ton atau berapa kilo,” kata Andriansyah. Ia menegaskan, data yang rapi akan membantu kota mengambil keputusan yang lebih tepat.

Baca juga  DPRD Samarinda Dukung Investasi Masuk ke Kota Tepian, Tapi Harus Ikuti Aturan dan Kaidah Hukum yang Berlaku

Ia menjelaskan, gagasan itu sudah mulai dikenalkan di tingkat kelurahan bersama lurah, camat, dan mahasiswa. Namun menurut dia, inovasi tersebut tidak boleh berhenti sebagai program lokal, melainkan perlu diangkat menjadi program resmi Pemkot Samarinda.

Andriansyah juga menilai digitalisasi bank sampah akan membantu warga membiasakan pemilahan dari rumah. Dengan data yang terbaca, pemerintah bisa mengetahui wilayah mana yang aktif mengelola sampah dan mana yang masih menghasilkan banyak residu.

Di sisi lain, ia menyoroti masih kurangnya kontainer sampah di sejumlah titik kota yang dinilai memicu TPS ilegal. Ia menyebut, ketika akses ke pembuangan resmi jauh atau fasilitas tidak cukup, warga cenderung mencari titik terdekat untuk membuang sampah.

“Kalau ada masalah tidak disampaikan, kita juga enggak ngerti,” ujarnya. Ia meminta komunikasi antara warga, kelurahan, dan dinas teknis terus dijaga agar masalah di lapangan cepat ditangani.

Baca juga  Anggaran Renovasi Rp25 Miliar Disorot, Pemprov Kaltim Beri Klarifikasi

Andriansyah mencontohkan beberapa lokasi seperti Pinang Seribu yang menurutnya masih membutuhkan perhatian serius. Ia menilai penanganan sampah tidak cukup hanya membersihkan tumpukan yang sudah terjadi, tetapi juga harus mencegah titik baru muncul.

Karena itu, ia mendorong dua langkah ini berjalan bersamaan: data sampah diperkuat lewat aplikasi bank sampah, dan sarana angkut diperbaiki lewat penambahan kontainer. Menurut dia, pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir harus saling terhubung agar Samarinda bisa lebih bersih dan tertata.

Sebagai konteks, berbagai platform bank sampah digital di Indonesia memang sudah dipakai untuk memudahkan pencatatan dan pengelolaan data, sementara Samarinda masih menghadapi beban sampah harian yang tinggi. Di saat yang sama, penataan TPS dan penyediaan kontainer juga menjadi kebutuhan mendesak agar sampah tidak terus berpindah ke titik pembuangan liar.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00

Advertorial

Bukan Sekadar Lomba, Mission Challenge Badak LNG Satukan Warga Kompleks

Advertorial

Ketua DPRD Bontang Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Advertorial

Kuota Gas Melon Bontang Diproyeksi Turun, DPRD Dorong Pengawasan Diperketat

Advertorial

Pemadaman Listrik Bontang Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Tahun, DPRD Minta PLN Perkuat Informasi