Bentangkaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar mengatakan penanganan infrastruktur jalan di Kota Samarinda membutuhkan pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik di permukaan, melainkan juga menyentuh akar penyebab kerusakan.
Sehingga Deni meminta agar instansi teknis Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk melakukan inventarisasi infrastruktur jalan yang memerlukan perbaikan.
“Kami meminta segera dilakukan inventarisasi menyeluruh terhadap kondisi jalan-jalan utama perkotaan agar anggaran pemeliharaan dapat terealisasi secara efektif dan berdaya guna panjang,” ungkap Deni.
Disebutkan Deni terutama di sejumlah ruas jalan seperti Jalan Pahlawan, Jalan S Parman, hingga Jalan Ahmad Yani dan DI Panjaitan, yang meskipun telah teraspal namun permukaannya belum mulus serta bergelombang.
Deni menegaskan bahwa pola penanganan jalan tidak boleh sebatas melakukan perbaikan berulang tanpa disertai analisis penyebab utama kerusakan di lapangan.
Ia mencontohkan penanganan di Jalan Pusaka, Kelurahan Lok Bahu, di mana perbaikan jalan selama ini kerap berulang akibat dilintasi kendaraan berat overkapasitas.
Menurutnya, penegakan aturan kelas jalan dan pembatasan beban merupakan merupakan salah satu cara agar kualitas aspal dan struktur jalan dapat bertahan lama pasca-perbaikan.
“Kalau kita hanya memperbaiki saja tanpa tahu apa penyebabnya dari ujung, tentu tidak efisien. Kita harus tahu dulu penyebab pastinya sehingga bisa merumuskan solusi yang tepat dan permanen,” ujar Deni.
Ke depan, Komisi III DPRD Samarinda berkomitmen untuk mengawal proses pemetaan dan inventarisasi ruas-ruas jalan besar yang mengalami penurunan kualitas. Pemetaan ini mencakup analisis beban muatan, kualitas drainase di sekitar jalan, hingga keandalan struktur tanah dasar.
Dengan diketahuinya faktor penyebab secara mendasar, baik akibat genangan air, drainase yang tersumbat, maupun muatan tonase yang berlebih, ia optimistis Pemkot Samarinda dapat merumuskan formula perbaikan jalan yang lebih kokoh dan presisi. (ard/lal/adv)









