Home / Advertorial / Kaltim

Senin, 10 November 2025 - 10:27 WIB

Bulog Serap 179 Ton Gabah Petani Kutim, Harga Rp6.500/Kg Dinilai Sejahterakan Petani

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Program wajib serap gabah oleh Bulog mulai memberikan dampak nyata bagi petani di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Sejak awal 2024 hingga kini, Bulog telah membeli gabah petani di empat kecamatan dengan total serapan mencapai 179 ton.

Pembelian dilakukan langsung di tingkat sawah dengan harga tetap Rp6.500 per kilogram, sesuai instruksi pemerintah pusat.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menegaskan bahwa skema pembelian tanpa syarat ini menjadi bentuk keberpihakan negara terhadap petani.

“Instruksi Presiden sangat jelas, Bulog wajib menyerap gabah petani apa pun kualitasnya. Ini langkah yang sangat membantu petani,” ujarnya.

Baca juga  Selain RKM, Tri Ismawaty Minta Pemkot Bangun Jogging Track Dilahan Lapangan Hop 1

Menurut Dessy, skema ini menghapus beban biaya pascapanen yang biasanya menjadi tantangan petani kecil. Petani kini tidak lagi perlu menanggung ongkos pengeringan, pengangkutan, hingga penggilingan.

“Dengan harga Rp6.500 di sawah, petani menerima keuntungan lebih besar tanpa biaya tambahan,” jelasnya.

Penyerapan terbesar terjadi di Kaubun dengan total 83 ton, disusul Long Mesangat 59 ton, Bengalon 25 ton, dan Sangatta Selatan 12 ton. Wilayah-wilayah ini menjadi lokasi perdana penerapan kebijakan karena infrastruktur pertanian yang lebih siap.

Sementara Kongbeng belum masuk dalam penyerapan karena gabah petani di wilayah tersebut telah terlebih dahulu habis diserap pasar lokal dan mitra perusahaan. Kondisi itu menunjukkan tingginya permintaan terhadap gabah lokal Kutim.

Baca juga  DPRD Samarinda Dukung Investasi Masuk ke Kota Tepian, Tapi Harus Ikuti Aturan dan Kaidah Hukum yang Berlaku

Dessy menyebut mekanisme penyerapan dilakukan melalui pelaporan dari petani ke DTPHP Kutim. Dinas kemudian meneruskan informasi panen kepada Bulog agar petugas dapat mendatangi lokasi.

Ia berharap program ini mampu menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan pendapatan rumah tangga petani. Dengan adanya kepastian pasar, petani disebut lebih percaya diri memperluas area tanam.

“Penyerapan ini bukan hanya soal ekonomi petani, tetapi juga upaya menjaga ketahanan pangan daerah,” tutup Dessy.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemkot Terus Siapsiaga Soal Potensi Karhutla dan Kekeringan yang Berkelanjutan

Advertorial

Komisi III DPRD Samarinda Dorong Realisasi Bus Umum di Kota Tepian

Advertorial

Kembali Duduk di DPRD Bontang, Sudiyo Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bontang Selatan

Advertorial

Sudiyo Langsung Duduki Kursi Strategis di DPRD Bontang, Jadi Sekretaris Komisi C dan Anggota Bamus

Advertorial

Sudiyo Resmi Duduki Slot Kursi DPRD Bontang, Gantikan Almarhum Maming

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan Perusahaan Industri Susun Raperda Penanggulangan Bencana, Sumardi Minta Masukan Ahli Safety

Advertorial

Ridwan Soroti Potensi PAD dari Aset Pemkot Bontang yang Dikelola PT BME

Advertorial

DPRD Bontang Bahas Penyertaan Modal Rp12,7 Miliar ke BME, Ternyata Bukan Suntikan Dana Baru