Bentangkaltim.com, BONTANG – SMPN 9 Bontang baru-baru ini menjadi tuan rumah acara sosialisasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang diselenggarakan oleh Pertamina Gas.
Acara ini dihadiri oleh tim Pertamina Gas (Pertagas) Opertation Kalimantan Area (OKA) termasuk Ibu Lina Iriyanti dan Bapak Oxsi Purbaya, serta Ketua Komite SMPN 9 Bontang, Bapak Rahmat Haryono.
Sebagai informasi, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa-siswi dalam menghadapi risiko kebakaran.
“Dengan adanya sosialisasi ini, siswa-siswi SMPN 9 Bontang dapat memahami dengan baik bagaimana cara menggunakan APAR dan meningkatkan pengetahuan mereka tentang keselamatan,” ujar Oxsi Purbaya selaku Head Of QHSEE Pertagas OKA.
Kerja sama antara Pertamina Gas dan SMPN 9 Bontang ini diharapkan dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat sekolah.
Dengan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa-siswi, diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran dan meningkatkan keselamatan di lingkungan sekolah.
Acara ini juga menjadi bukti nyata komitmen Pertamina Gas dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, Pertamina Gas menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran.
Dalam hal ini, Siswa-siswi SMPN 9 Bontang sangat antusias mengikuti acara sosialisasi ini. Selaku Kepala SMPN 9 Bontang Lylin Indriyawati, berharap siswa/siswinya dapat memahami dengan baik bagaimana cara menggunakan APAR dan meningkatkan pengetahuan mereka tentang keselamatan.
“Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan di lingkungan sekolah. Siswa-siswi SMPN 9 Bontang dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran,” jelasnya.
Acara sosialisasi penggunaan APAR di SMPN 9 Bontang ini merupakan contoh nyata kerja sama yang baik antara Pertamina Gas dan sekolah. Dengan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa-siswi, diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran dan meningkatkan keselamatan di lingkungan sekolah.(han)










