Home / Advertorial / Kaltim

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:15 WIB

DPRD Samarinda Menilai Kebijakan Penghapusan Guru Honorer Bukan Solusi Terbaik, Melainkan Menambah Persoalan Baru di Dunia Pendidikan

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar

Bentangkaltim.com, Samarinda- Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menegaskan keberadaan guru honorer saat ini masih sangat dibutuhkan untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah-sekolah.

Menurutnya, wacana penghapusan tenaga guru honorer itu bukan kebijakan menyelesaikan masalah melainkan menambah persoalan-persoalan di kemudian hari.

Salah satunya kata Anhar, bahwa kebijakan tersebut berpotensi memperparah kekurangan tenaga pendidik yang selama ini menjadi persoalan serius di sejumlah sekolah.

“Imbasnya pasti proses belajar mengajar siswa di kelas pasti tidak maksimal,” ungkapnya.

Disebutkan Anhar, sektor pendidikan di Samarinda masih bergantung pada tenaga honorer untuk menutupi kekurangan guru yang jumlahnya mencapai ratusan orang.Dia mengungkapkan hingga saat ini Samarinda masih mengalami kekurangan sekitar 700 tenaga guru.

“Jika guru honorer benar-benar dihapus tanpa adanya solusi pengganti yang jelas, maka kondisi tersebut dikhawatirkan akan semakin memburuk,” tuturnya.

Dia menegaskan, bahwa pemerintah pusat perlu mempertimbangkan secara matang dampak kebijakan tersebut terhadap daerah-daerah yang memiliki kondisi berbeda dengan kota-kota besar seperti Jakarta. Anhar menilai, kebutuhan pendidikan di setiap daerah tidak dapat disamaratakan.

Baca juga  Pelindo Regional 4 Bontang Laksanakan Program Penanaman Pohon Dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia

“Jangan samakan kondisi daerah dengan Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Setiap daerah memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda, terutama terkait ketersediaan tenaga pendidik,” katanya.

Bahkan dalam beberapa bidang tertentu, guru honorer justru memiliki kompetensi dan keahlian yang sangat dibutuhkan sekolah.

Dia mencontohkan mata pelajaran tertentu seperti Kimia dan sejumlah bidang keahlian lainnya yang membutuhkan tenaga pendidik dengan kompetensi khusus.

Dalam kondisi seperti itu, menurutnya, keberadaan guru honorer menjadi sangat penting untuk menjamin kualitas pendidikan.

“Guru-guru honorer sebenarnya memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan guru ASN. Bahkan untuk beberapa mata pelajaran tertentu, mereka adalah tenaga yang sangat dibutuhkan karena memiliki keahlian khusus,” ujarnya.

Kata Anhar persoalan utama bukanlah menghapus tenaga honorer, melainkan bagaimana pemerintah mampu menyediakan dukungan anggaran dan skema yang tepat agar kebutuhan guru tetap terpenuhi.

Baca juga  SPAM Tak Terealisasi, Amir Tosina Khawatirkan Pasokan Air Bersih Menipis

“Kalau masalahnya anggaran, maka tugas pemerintah adalah mencari solusinya. Cari anggarannya. Karena bagaimanapun juga, di tengah kekurangan guru seperti sekarang ini, kita justru membutuhkan tambahan tenaga pendidik,” tegasnya.

Politisi PDIP tersebut menekankan bahwa pemerintah memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan, termasuk terkait keberadaan tenaga honorer.

“Kalau memang pemerintah ingin menghapus guru honorer, silakan saja karena itu kewenangan pemerintah. Tetapi yang terpenting adalah kebutuhan guru harus tetap terpenuhi. Jangan sampai setelah kebijakan diterapkan justru muncul masalah baru di daerah,” katanya.

Karena itu, setiap kebijakan terkait tenaga pendidik harus mempertimbangkan kondisi riil di lapangan agar kualitas layanan pendidikan tetap terjaga. Karena pendidikan merupakan sektor fundamental yang menyangkut masa depan generasi muda.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Abdul Rohim Dorong Arah Pembangunan APBD 2027 Fokus pada Kebutuhan Dasar Masyarakat

Advertorial

DPRD Samarinda Tengah Godok Raperda Pembangunan Kawasan Industri, Kecamatan Palaran jadi Fokus Utama

Advertorial

Ketua Komisi II DPRD Samarinda Apresiasi Kinerja Dinas Perikanan, Realisasi Anggaran Capai 47,5 Persen

Advertorial

Dinas Perdagangan Samarinda Diminta Gandeng Perbankan Perkuat Modal Usaha UMKM

Advertorial

DPRD Samarinda minta Pemkot Harus Tambah Anggaran UMKM agar Produk Lokal Bisa Naik Kelas

Advertorial

Tembus Lebih dari 4 Ribu Kasus, Komisi IV DPRD Samarinda Dorong Penguatan Penanganan HIV dan TB di Kota Tepian

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Penerimaan Siswa Baru Jalur Afirmasi Diprioritaskan

Advertorial

Agar Produk UMKM Layak Dipasarkan, DPRD Samarinda Minta Pemerintah Lakukan Pelatihan ke Pelaku Usaha Lokal