Home / Advertorial / Bontang

Jumat, 16 Agustus 2024 - 11:47 WIB

Ikut Pilkada, Agus Haris dan Muhammad Aswar Hanya Sebulan Duduk di Kursi DPRD Bontang

Agus Haris (kiri), dan Aswar (kanan) akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bontang pada November 2024 mendatang.

Agus Haris (kiri), dan Aswar (kanan) akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bontang pada November 2024 mendatang.

Bentangkaltim.com, Bontang – Sebanyak 25 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kota Bontang terpilih periode 2024-2029 telah dilantik, Kamis (15/8/2024).

Dua diantaranya adalah Agus Haris dari Partai Gerindra dan Muhammad Aswar dari Partai Gelora. Namun, dua dewan ini akan maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bontang pada November 2024 mendatang.

Ketua DPC Partai Gerindra, Agus Haris akan melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang pada 27 Agustus sampai 29 Agustus 2024 mendatang. Ia akan maju sebagai bersama Neni Moerniaeni, sebagai calon wakil walikota.

“Kan Agustus ini daftar, kemudian bulan depan di September saya akan mundur, jadi hanya satu kali gaji saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan terkait Pergantian antarwaktu (PAW), nantinya akan digantikan oleh pemilik suara terbanyak kedua yaitu Rizki Rusdiansyah dapil Bontang Utara.

“Kemarin dia suaranya sekitar 600 lebih dan baru umur 21 tahun, jadi nanti dia yang paling muda di kursi dewan,” jelasnya.

Baca juga  Disperkim Kutim Prioritaskan Jalan, Drainase, dan Rumah Layak Huni, Progres Capai 46 Persen

Hal serupa juga dialami Muhammad Aswar. Dia pun kemungkinan besar maju sebagai bakal calon wakil walikota mendampingi Najirah wakil walikota Bontang saat ini. Najirah-Aswar diusung 3 parpol; Gelora, PDIP, dan PAN. Kendati belum melakukan deklarasi, namun secara terbuka mereka mengumunkan maju Pilkada 2024.

Ditemui usai dilantik, Muhammad Aswar mengatakan dirinya akan memanfaatkan waktu singkat di parlemen untuk menjalankan legislasi, budgeting, dan pengawasan DPR.

“Saya maksimalkan di waktu singkat ini menjalankan tugas di DPRD. Tentu, walau singkat, saya ingin tinggalkan hal dan kenangan baik,” kata Aswar kepada awak media.

Politikus Gelora ini juga bilang, tidak ada keraguan bagi dirinya mengambil langkah besar meninggalkan DPRD bila kelak diputuskan jadi calon wakil wali kota Bontang. Menurutnya, baik di legislatif atau di eksekutif, keduanya buat pengabdian. Namun bila di eksekutif upaya pengabdian lebih besar dilakukan, maka itu ia ambil.

Baca juga  “Wartawan Harus Selalu Upgrade dan Update” PWI Kaltim dan PLN Peduli Gelar UKW di Berau

“Dari awal saya juga bukan siapa-siapa. Jadi tidak malasalah (bila harus mundur),” tegasnya.

Nantinya, Aswar akan digantikan oleh Arfian Arsyad dengan perolehan suara sekitar 750 suara.

Diketahui, pemilihan kepala daerah masih mengacu pada PKPU Nomor 3/2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Diketahui, di pasal 4 ayat 2 huruf q disebutkan, petahana yang kembali mencalonkan diri maju pilkada di daerah tempatnya memimpin mesti mengajukan cuti. Sementara bagi anggota DPRD, mesti mengajukan pengunduran diri secara tertulis sejak ia ditetapkan sebagai calon. Ini sebagaimana termaktub di pasal 4 ayat 2 huruf q regulasi tersebut.(han/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Mentan Amran: Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun, Selanjutnya India, Filipina, Brazil, dan Bangladesh

Bontang

Bontang Kuala Bergejolak Soal Retribusi, Pelaku UMKM Khawatir Pengunjung Menurun

Bontang

Festival Kampung Bawis Berbas Pantai Meriah, Balap Ketinting Jadi Primadona

Bontang

PWI Bontang Audiensi ke Badak LNG, Apresiasi Dukungan Berkelanjutan untuk Program Pers

Advertorial

Usung Semangat Kartini, Srikandi Pupuk Kaltim Dorong Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Advertorial

Ismail Latisi: Insentif Guru di Sejumlah Sekolah Samarinda Belum Terbayar, Ada Guru Belum Bayar Kontrak Rumah

Advertorial

DPRD Samarinda Sebut Penertiban Pom Mini Butuh Perda, Bukan Sekadar Surat Edaran

Advertorial

Novan: Kurikulum Baru Berjalan, tapi Guru Bahasa Kutai dan AI Masih Sangat Terbatas