Home / Advertorial / Kaltim

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:43 WIB

Ismail Latisi: Insentif Guru di Sejumlah Sekolah Samarinda Belum Terbayar, Ada Guru Belum Bayar Kontrak Rumah

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi. (Bentangkaltim.com/ist)

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi. (Bentangkaltim.com/ist)

Bentangkaltim.com, Samarinda – Kabar miris mencuat dari dunia pendidikan Kota Samarinda. Sejumlah tenaga pendidik di beberapa sekolah dilaporkan belum menerima insentif hingga awal Mei 2026. Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengaku mendapat informasi itu dari lapangan dan langsung meminta klarifikasi kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda.

Ismail menyebut, informasi awal yang masuk menyebutkan ada empat sekolah yang belum mendapat insentif dan THR. Meski pihak dinas mengklarifikasi bahwa persoalannya bukan pada tingkat sekolah, melainkan pada beberapa oknum tenaga pendidik secara individual, Ismail tetap menekankan bahwa ini bukan hal yang bisa diabaikan begitu saja.

“Intinya tadi kita minta klarifikasi dari Dinas Pendidikan, apakah benar ada empat sekolah yang belum dapat insentif. Tadi dijawab, pada dasarnya tidak ada sekolah, tapi memang ada beberapa tenaga pendidik yang belum dapat insentif. Alasannya karena rekening tidak aktif, sehingga prosesnya memakan waktu lama dan tidak terkomunikasikan ke yang bersangkutan,” jelas Ismail Latisi.

Baca juga  Marten Paes : Pertandingan luar biasa, Atmosfer luar biasa

Yang lebih memprihatinkan, Ismail mengungkap bahwa setidaknya ada seorang guru yang mengaku belum bisa membayar kontrak rumahnya karena menunggu pencairan insentif dan THR. Fakta itu menunjukkan betapa bergantungnya kehidupan sehari-hari guru pada ketepatan pembayaran dari pemerintah.

“Ada yang bilang, ‘Pak, saya belum bayar kontrakan.’ Kenapa? Karena nunggu THR, nunggu insentif cair. Ini menunjukkan betapa kritisnya kondisi mereka. Jangan sampai ada guru-guru kita yang insentifnya tidak terbayarkan sampai berbulan-bulan, padahal mereka harusnya sudah dapat,” ujarnya.

Ismail mendorong Dinas Pendidikan untuk lebih proaktif dalam mengkomunikasikan setiap kendala administrasi kepada guru yang bersangkutan. Jika ada masalah rekening, dinas harus segera memberitahu guru tersebut agar tidak muncul kabar-kabar yang tidak jelas di luar.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan ini baru menyangkut empat sekolah sementara pembayaran insentif akan terus berjalan sepanjang 2026. Jika kendala serupa tidak diselesaikan secara sistematis sejak sekarang, bukan tidak mungkin kasus serupa akan terus berulang di bulan-bulan berikutnya.

Baca juga  Dispora Kaltim Kembangkan Potensi Olahraga Pickleball di Benua Etam

“Ini baru empat sekolah. Kita mau pembayaran insentif lagi di beberapa bulan yang akan datang sepanjang tahun ini. Kalau seandainya ini karena kekurangan dana, bagaimana ke depannya? Jangan sampai ini terjadi lagi,” tegasnya.

Ismail juga turut menyoroti persoalan kekurangan guru kelas di jenjang SD yang dinilainya paling krusial. Menurutnya, absennya seorang guru kelas bukan sekadar persoalan teknis satu hari guru tidak hadir berarti seluruh jam belajar di kelas itu kosong, tanpa ada yang menggantikan.

“Yang pasti, khususnya di SD, guru kelas itu kalau tidak ada satu hari, maka sepanjang jam itu tidak ada pelajaran. Satu minggu tidak ada, enam hari kelas itu kosong. Apa yang terjadi dengan siswanya? Banyak terjadi kasus seperti itu ketika guru kosong. Makanya kita dorong pemerintah segera carikan mekanisme yang tepat,” pungkasnya.

(rya/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Bontang Ingatkan Pos Damkar Bontang Kuala Tidak Berakhir Jadi Aset Terbengkalai

Advertorial

DPRD Bontang Minta ASN Taat Aturan Absensi dan Hindari Manipulasi Lokasi

Advertorial

DPRD Bontang Minta Dasar Hukum Penggunaan Aset Pemkot untuk Koperasi Merah Putih Diperjelas dalam Raperda BMD

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Sampah jadi Energi Listrik

Advertorial

DPRD Bontang Soroti Ketersediaan Material Pembangunan, Isu Galian C Jadi Perhatian dalam Pembahasan RTRW

Advertorial

Dukung Kesetaraan Bagi Disabilitas, Pupuk Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Inklusi di Kota Bontang

Advertorial

DPRD Cermati Status Lahan Wana Tirta, Jangan Sampai RTRW Timbulkan Masalah Baru

Advertorial

Helmi Pastikan DPRD Samarinda Bantu Kegiatan GMKI Tapi Sesuaikan Kemampuan Anggaran