Bentangkaltim, – Sektor penerbangan internasional di Kalimantan Timur menunjukkan lonjakan luar biasa pada Mei 2025. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, jumlah penumpang internasional yang melintas mencapai 9.654 orang, melonjak 114,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menilai kenaikan ini sebagai sinyal kuat tumbuhnya mobilitas antarnegara melalui Bandara Sepinggan Balikpapan yang menjadi gerbang utama wilayah ini.
Jika dilihat secara kumulatif, sejak awal tahun hingga Mei 2025, jumlah penumpang internasional di Kaltim sudah mencapai 28.047 orang—naik signifikan 35,08 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini menegaskan posisi Bandara Sepinggan sebagai hub penerbangan regional yang makin diperkuat posisinya.
Namun, tren yang sama tidak terjadi pada penerbangan domestik. Pada Mei 2025, penumpang domestik justru turun drastis hingga 13,54 persen menjadi 202.376 orang. Hampir semua bandara utama di Kaltim mencatat penurunan jumlah penumpang, seperti Bandara APT Pranoto Samarinda yang turun 15,06 persen, Sepinggan Balikpapan 14,11 persen, Kalimarau Berau 8,24 persen, dan Datah Dawai Mahakam Ulu 5,42 persen. Secara akumulatif, jumlah penumpang domestik Januari–Mei 2025 hanya mengalami kenaikan tipis 0,13 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,14 juta orang.

Selain itu, sektor angkutan laut domestik di Kaltim juga menunjukkan penurunan aktivitas pada Mei 2025. Jumlah penumpang kapal laut domestik tercatat sebanyak 61.268 orang, turun 22,22 persen dari bulan sebelumnya. Meski demikian, secara tahunan sektor ini masih menunjukkan pertumbuhan positif dengan total penumpang mencapai 277.073 orang, naik 35,94 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Untuk angkutan barang, data Mei 2025 menunjukkan penurunan sebesar 3,70 persen menjadi 8,49 juta ton jika dibandingkan April. Namun secara kumulatif, Januari–Mei 2025 angkutan barang malah tumbuh 2,68 persen menjadi 42,80 juta ton, menandakan dinamika perdagangan yang masih berjalan positif meskipun ada fluktuasi bulanan.
Fenomena kontras antara melonjaknya penumpang internasional dan menurunnya mobilitas domestik ini menjadi gambaran menarik perkembangan sektor transportasi di Kalimantan Timur, yang kian terlihat sebagai pintu gerbang internasional sekaligus pusat pergerakan regional. (bai)










