Home / Advertorial / Kaltim

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:50 WIB

Kekhawatiran anggota dewan: nasib guru honorer dan P3K jadi sorotan dalam SPMB Samarinda

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, usai sosialisasi di Arutalla Ballroom (Bentangkaltim.com/ard).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, usai sosialisasi di Arutalla Ballroom (Bentangkaltim.com/ard).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti menyoroti masalah guru honorer dan P3K saat mengikuti Sosialisasi Juknis dan Konsultasi Publik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang PAUD, SD, dan SMP Kota Samarinda yang digelar di Arutalla Ballroom Bapperida Lantai 4, Senin (25/05/2026).

Sri Puji mengatakan problematika penggajian dan aturan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) masih menyisakan banyak persoalan yang belum tuntas, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan daerah menghadapi perubahan kebijakan pendidikan nasional.

Menurut dia, dalam diskusi bersama pihak terkait muncul kebingungan mengenai kesiapan data dan perangkat daerah, termasuk keterkaitan antara DPT dan BPKD, yang perlu segera dituntaskan agar penerapan SPMB berjalan lancar.

Baca juga  Dispora Kaltim Terapkan Pembinaan Jangka Panjang Pada Cabor Pancak Silat

Wakil Ketua Komisi IV itu juga menyampaikan bahwa pernyataan dari Menteri beberapa hari lalu menunjukkan isu ini berskala nasional, khususnya terkait ketersediaan guru.

Sri Puji menegaskan pihaknya menilai Samarinda sebenarnya tidak kekurangan guru secara kuantitas, tetapi ada kekurangan pada guru-guru mata pelajaran khusus seperti bahasa Inggris yang diperkirakan akan menjadi kurikulum wajib pada 2027.

Ia mengingatkan bahwa kebutuhan guru wali kelas yang mengampu banyak mata pelajaran untuk kelas rendah juga menjadi titik perhatian karena peran tersebut berbeda dengan guru mata pelajaran khusus seperti matematika atau bahasa Inggris.

Dalam wawancara usai kegiatan, Sri Puji meminta agar Disdikbud dan pemangku kebijakan daerah memperjelas mekanisme pengangkatan, penggajian, dan penempatan guru, termasuk skema P3K paruh waktu dan penuh waktu, agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi tenaga pendidik.

Baca juga  Pagar SMP 8 Bontang Mendesak, DPRD Dorong Solusi Sementara Sembari Kejar Anggaran APBN

Panitia pelaksana, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan sosialisasi untuk menjaring masukan publik terkait juknis SPMB PAUD, SD, dan SMP, sekaligus membuka konsultasi untuk menyempurnakan teknis pelaksanaan di tingkat kota.

Sosialisasi tersebut menghadirkan unsur dinas terkait dan unsur legislatif; kehadiran Ketua Komisi IV masih menunggu konfirmasi panitia meskipun perwakilan dewan ikut aktif dalam sesi tanya jawab dan wawancara setelah acara.

Sri Puji menutup pernyataannya dengan harapan agar langkah-langkah remedial segera dirumuskan sehingga masalah guru honorer dan P3K tidak mengganggu proses rekrutmen murid baru dan kualitas pembelajaran di Samarinda.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kembali Duduk di DPRD Bontang, Sudiyo Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bontang Selatan

Advertorial

Sudiyo Langsung Duduki Kursi Strategis di DPRD Bontang, Jadi Sekretaris Komisi C dan Anggota Bamus

Advertorial

Sudiyo Resmi Duduki Slot Kursi DPRD Bontang, Gantikan Almarhum Maming

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan Perusahaan Industri Susun Raperda Penanggulangan Bencana, Sumardi Minta Masukan Ahli Safety

Advertorial

Ridwan Soroti Potensi PAD dari Aset Pemkot Bontang yang Dikelola PT BME

Advertorial

DPRD Bontang Bahas Penyertaan Modal Rp12,7 Miliar ke BME, Ternyata Bukan Suntikan Dana Baru

Advertorial

DPRD Bontang Buka Peluang Industri Beri Masukan Raperda Penanggulangan Bencana

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan PKT dan Badak LNG dalam Penyusunan Perda Penanggulangan Bencana Kawasan Industri