Home / Bontang

Senin, 15 September 2025 - 07:38 WIB

Kota Layak Anak di Tengah Ancaman Stunting

PR Di tengah Gelar Membanggakan

Tahun ini, Kota Bontang kembali meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak dengan kategori Anugerah Utama. Sebuah capaian yang tentu membanggakan karena menunjukkan adanya upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak.

Namun, jangan sampai predikat ini membuat kita lengah. Sebab, di balik gelar tersebut masih ada pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan, yakni tingginya angka stunting di Bontang.

Stunting bukan sekadar istilah medis. Ia adalah gambaran nyata kegagalan pemenuhan gizi, kesehatan, dan pola asuh anak sejak usia dini. Dengan kata lain, penghargaan Kota Layak Anak akan terasa timpang jika hak dasar anak untuk tumbuh sehat belum terpenuhi.

Akar Masalah yang Lebih Dalam

Sering kali stunting dianggap hanya masalah pola makan, pengetahuan ibu, atau keterbatasan layanan kesehatan. Padahal, persoalannya jauh lebih kompleks.

Sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini telah melahirkan kesenjangan sosial. Kekayaan alam dikuasai segelintir pihak, sementara banyak keluarga justru kesulitan memenuhi kebutuhan gizi. Negara pun sering kali abai dalam perannya sebagai pelindung dan penjamin kesejahteraan rakyat. Tidak heran jika angka stunting tetap tinggi meski berbagai program sudah dijalankan.

Baca juga  Fraksi Gerindra Soroti SiLPA dan Kinerja BUMD dalam Pembahasan P2APBD Bontang 2025

Inilah kontradiksi yang mencolok: di satu sisi Bontang diganjar predikat Kota Layak Anak, tetapi di sisi lain masih ada ancaman serius terhadap tumbuh kembang generasi. Gelar seolah menutupi masalah substansial yang menentukan kualitas anak-anak ke depan.

Jalan Keluar dari Stunting

Stunting tidak cukup diatasi dengan program karitatif atau seremonial. Harus ada langkah mendasar:

  1. Negara hadir sepenuhnya sebagai penjamin kebutuhan dasar rakyat, mulai dari pangan bergizi hingga layanan kesehatan gratis dan berkualitas.
  2. Pengelolaan sumber daya yang adil, sehingga kekayaan alam benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan segelintir penguasa atau asing.
  3. Penguatan edukasi keluarga, agar orang tua memahami pentingnya pola asuh dan gizi seimbang.
  4. Perubahan paradigma kebijakan, dari sekadar proyek pencitraan menuju penanganan menyeluruh berbasis keadilan sosial.

 

Khilafah Menjamin Kebutuhan Gizi Generasi

Berbeda dengan sistem kapitalisme yang hanya menyentuh aspek teknis, Islam menawarkan solusi sistemis melalui Khilafah. Negara berkewajiban menjamin kebutuhan pokok rakyat—sandang, pangan, papan—dengan distribusi kekayaan yang merata dan pengelolaan sumber daya alam untuk kepentingan umum.

Baca juga  Shemmy Permata Sari Salurkan Bantuan Mengaji untuk Warga Berbas Tengah

Dalam konteks pencegahan stunting, Khilafah menjamin ketersediaan pangan halal, tayib, dan bergizi yang mudah diakses semua lapisan masyarakat karena daya beli rakyat terjaga. Layanan kesehatan dan pendidikan diberikan gratis, sementara kebijakan ketahanan pangan diarahkan untuk swasembada, sehingga rakyat tidak tergantung pada impor.

Dengan mekanisme ini, keluarga memiliki daya beli yang cukup, anak-anak dapat tumbuh sehat, dan status gizi masyarakat terjaga. Inilah solusi Islam yang menyeluruh, bukan sekadar pemadam kebakaran sesaat.

Penutup

Kita boleh berbangga dengan predikat yang di dapat Kota Bontang sebagai Kota Layak Anak. Tetapi, gelar itu tidak boleh menutupi persoalan yang ada. Layak anak bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab nyata.

Selama stunting masih ada, maka dia akan tetap menjadi ancaman, itu berarti pekerjaan besar kita belum selesai. Gelar hanya akan berarti bila diiringi dengan lahirnya generasi sehat tanpa stunting. Anak-anak hari ini bukan sekadar masa depan, melainkan amanah yang harus dijaga sepenuh hati sejak sekarang. Nur Ilahiyah (Pengajar di Madrasah Al -Quran Darul Izzah Bontang)

Wallahu’alam bi showab.

Share :

Baca Juga

Bontang

Kebakaran Lahan Berhasil Dipadamkan, Damkar Cegah Api Merembet ke Rumah Warga

Bontang

Tiga Hari Terjebak di Tempat Tinggi, Seekor Kucing Berhasil Dievakuasi Damkar Bontang

Bontang

Seminar Pencegahan Seks Bebas dan LGBT di Kalangan Pelajar: Bentuk Keprihatinan Kondisi Pergaulan Bebas Remaja

Bontang

Lahan Dekat Permukiman di Satimpo Terbakar, Petugas Damkar Sukses Padamkan Api

Bontang

Kontraktor Jargas Pastikan Akan Selesaikan Instalasi Jargas di Wilayah yang Belum Selesai

Bontang

Jelang HUT ke-81 RI, Roller Tiang Bendera di Lapangan Lang-Lang Rusak, Damkar Turun Tangan Perbaiki

Bontang

Kecelakaan Tunggal di Depan Gapura BSD, 2 Orang Korban Diduga Mabuk

Bontang

Truk Terguling di Jalan Bontang–Samarinda, Arus Lalu Lintas Lumpuh