Home / Advertorial / Bontang

Senin, 12 Agustus 2024 - 20:49 WIB

Nursalam Soroti Perusahaan Rekrutmen Gunakan Orang Dalam, Sebanyak 7,349 Lebih Penangguran di Bontang

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Nur Salam

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Nur Salam

 

Bentangkaltim.com, Bontang – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menyoroti tingginya angka pengangguran hingga menembus 7.348 jiwa.

Berdasarkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bontang pada 2023 mencapai 7,74 persen. Jumlah persentase itu setara dengan 7.348 penduduk Kota Bontang.
Ia menyebutkan, digadang-gadang, Bontang menempati urutan pertama mengenai tingginya angka pengangguran.

Politikus Partai Golkar itu menilai, banyaknya pencari kerja tidak sebanding dengan lowongan kerja yang disediakan.

Sehingga hal tersebut menjadi salah satu penyebab pengangguran di Kota Bontang sangat tinggi.

“Pemerintah harus lebih berinovasi dalam menciptakan dan membuka lapangan kerja,” ujarnya, Senin (12/8/2024).

Baca juga  Momentum Persiapan Menuju Pra Popnas, TC Atlet Pelajar Kaltim Resmi Dilaksanakan

Hal ini sejalan dengan, Kota Bontang menjadi tempat untuk mengadu nasib para perantau dari luar kota. Oleh karena itu, pemerintah harus berperan aktif.

Misalnya, dalam menyediakan lapangan kerja atau memberikan jalan agar masyarakat sendiri yang membuka lapangan kerja tersebut. Sebab perusahaan besar tidak membuka peluang kerja untuk orang yang tidak berpengalaman.

Tak hanya itu, isu terbesar yang meluas di Bontang, yaitu jika ingin bekerja harus disokong oleh kenalan pejabat atau orang penting di perusahaan. Sebutan lainnya ada orang dalam (ordal).

Nursalam menyoroti isu “Kerja Disokong Ordal” yang merebak di Kota Bontang, Kalimantan Timur, dan jumlah pengangguran di kota tersebut. Menurut Nursalam, isu ini merujuk pada anggapan bahwa untuk mendapatkan pekerjaan, seseorang harus disokong oleh kenalan pejabat atau orang penting di perusahaan. Orang-orang yang disokong ini disebut sebagai orang dalam (ordal).

Baca juga  Siap Maju di Pilkada 2024, Agus Haris Akan Digantikan Oleh Riski Rudiansyan di DPRD Bontang

“Kayak gimana ya, pendekatan ordal dianggap lebih unggul daripada bersaing di sektor Sumber Daya Manusia (SDM). Pendekatan ini mengandalkan faktor pertemanan dan kedekatan, bukan kemampuan SDM,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan dengan pendekatan ordal ini lebih unggul, ketimbang harus bersaing dari sektor Sumber Daya Manusia (SDM).

“Karena dengan adanya faktor pertemanan dan kedekatan, maka itu yang diandalkan daripada kemampuan SDM,” pungkasnya.(han/adv)

Share :

Baca Juga

Bontang

Nahkoda Baru NPCI Bontang, Harapan Baru Prestasi Atlet Disabilitas

Bontang

Seorang Pria Ditangkap Polisi Usai Jatuhkan Barang Bukti Jenis Sabu di Kawasan Bontang Utara

Bontang

Geger Temuan Mayat di Kamar Kost Bontang Utara, Diduga Meninggal Sejak Sabtu

Bontang

Revitalisasi Bandara Badak LNG Dimulai, Harapan Baru Konektivitas Bontang

Bontang

SMP Ngeri 9 Bontang Raih Penghargaan sebagai Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak Madya dari Kementerian PPPA

Bontang

Shemmy Permata Sari Salurkan Bantuan Mengaji untuk Warga Berbas Tengah

Bontang

Wali Kota Turun Tangan, Beras Basah Bersiap Berbenah

Bontang

Ketergantungan Dana Eksternal, APBD 2027 Bontang Terancam