Home / Advertorial / Kaltim

Kamis, 20 November 2025 - 16:30 WIB

Puskesmas Sangatta Utara Perkuat Program Gizi dan Rehabilitasi untuk Tekan Angka Stunting

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Puskesmas Sangatta Utara terus memperluas upaya penurunan stunting melalui program kesehatan terpadu yang melibatkan edukasi gizi, pemantauan anak, hingga intervensi langsung bagi kelompok rentan.

Berbagai kegiatan dilakukan untuk memastikan persoalan gizi dapat ditangani menyeluruh.

Salah satu program utama yang dijalankan adalah rembuk stunting, sebuah forum evaluasi yang digunakan untuk memetakan permasalahan gizi di masyarakat dan menentukan langkah penanganan yang paling efektif.

Melalui forum ini, puskesmas dapat mengetahui lokasi dan kelompok yang membutuhkan intervensi prioritas.

Kepala Puskesmas Sangatta Utara, drg. Rina Puspita, menilai peningkatan jumlah temuan kasus bukanlah hambatan, namun justru memudahkan proses penanganan.

“Kalau angkanya naik, bagi kami itu bukan masalah. Semakin dicari, semakin banyak ditemukan dan semakin cepat bisa ditangani,” ungkapnya, Kamis (20/11/2025).

Baca juga  Pertamini Marak di Samarinda, Aris Ingatkan Ada Perwali yang Melarang

Intervensi dilakukan melalui berbagai program, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan balita, serta tablet tambah darah bagi remaja putri.

Puskesmas juga menjalankan kelas ibu hamil dan kelas balita sebagai sarana edukasi mengenai kesehatan ibu, perawatan anak, dan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.

Dukungan dari Dinas Kesehatan Kutai Timur turut memperkuat program tersebut dengan bantuan susu untuk anak dengan riwayat gizi buruk telah membantu memperbaiki status sebagian besar anak menjadi gizi kurang.

“Alhamdulillah, progresnya sudah terlihat dan beberapa kasus menunjukkan perbaikan signifikan,” tambah drg. Rina.

Selain program gizi, pembangunan infrastruktur menjadi perhatian penting. Tahun ini, Puskesmas Sangatta Utara mendapat kepastian anggaran untuk merehabilitasi gedung rumah rehab gizi.

Setelah renovasi selesai, fasilitas tersebut ditargetkan bisa beroperasi mulai tahun depan untuk mendukung penanganan gizi buruk secara lebih komprehensif.

Baca juga  MYC di Kutim Tak Sembarangan, PUPR Pastikan Hanya Proyek Prioritas

Dalam hal pelayanan, puskesmas terus meningkatkan kualitas layanan meski kondisi bangunan belum sepenuhnya ideal.

Survei kepuasan masyarakat dijadikan bahan evaluasi rutin guna memperbaiki pelayanan dan mendorong inovasi di bidang kesehatan.

Sumber daya manusia juga menjadi kekuatan puskesmas ini dan mayoritas tenaga kesehatan telah berstatus P3K, sementara sebagian kecil honorer tetap menjalankan tugas secara profesional sehingga seluruh program dapat berjalan tanpa gangguan.

Ke depan, Puskesmas Sangatta Utara menargetkan peningkatan fasilitas serta penguatan program edukasi untuk mempercepat penurunan stunting.

“Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis angka stunting khususnya di wilayah Sangatta Utara dapat terus ditekan secara berkelanjutan,” pungkasnya.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh TPA di Kota Bontang

Advertorial

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00

Advertorial

Bukan Sekadar Lomba, Mission Challenge Badak LNG Satukan Warga Kompleks

Advertorial

Ketua DPRD Bontang Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026