Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Sejak dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sangatta Selatan pada 1 September 2025, Rusmiati SE langsung menetapkan arah pembangunan wilayahnya dengan visi berkelanjutan dan inklusif.
Ia ingin memastikan bahwa pembangunan di Sangatta Selatan berjalan seimbang antara kemajuan infrastruktur dan kelestarian lingkungan.
“Kami ingin membangun tanpa merusak. Konsep pembangunan berkelanjutan ini menjadi komitmen agar semua program di Sangatta Selatan tetap berpihak kepada masyarakat sekaligus menjaga alam,” ujar Rusmiati, Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya, wilayah Sangatta Selatan memiliki tantangan unik karena sebagian besar berada di dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK). Kondisi ini membuat pembangunan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menabrak aturan konservasi.
Tak hanya itu, pembangunan berkelanjutan yang diusungnya mencakup penguatan sektor ekonomi rakyat, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kualitas sosial masyarakat.
Melalui pendekatan ini, ia berharap setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.
Selain menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, Rusmiati juga mendorong kolaborasi dengan perusahaan di sekitar wilayahnya untuk ikut mendukung program berkelanjutan melalui CSR.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, pembangunan akan lebih cepat dan dampaknya lebih luas,” tegasnya.
Pemerintah kecamatan juga sedang menyusun profil wilayah dan RT berbasis data, untuk memastikan setiap pembangunan sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Data ini akan menjadi dasar perencanaan pembangunan di tahun-tahun mendatang.
Rusmiati optimistis bahwa konsep pembangunan berkelanjutan akan membawa perubahan nyata bagi warganya.
“Sangatta Selatan punya potensi besar, tinggal bagaimana kita kelola dengan bijak dan berkelanjutan,” pungkasnya.(ADV)










