Home / Kaltim

Senin, 4 Agustus 2025 - 17:03 WIB

Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda, Sinergi Guru Dari Berbagai Daerah untuk Pendidikan Berkualitas

Bentangkaltim, Samarinda – Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda siap menyambut tahun ajaran baru 2025 dengan semangat menggebu. Sebanyak 12 guru telah dipersiapkan untuk mengajar sekitar 100 peserta didik jenjang SMP dan SMA. Menariknya, bukan hanya guru dari Kalimantan Timur yang terlibat, tapi juga sejumlah pendidik dari Pulau Jawa turut hadir membawa pengalaman dan semangat baru ke sekolah ini.

Sebelum proses belajar mengajar resmi dimulai, para siswa akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini dirancang sebagai langkah awal agar para siswa mengenal lebih dekat lingkungan dan budaya belajar di Sekolah Rakyat Samarinda.

Baca juga  Faisal Siap Perjuangkan Renovasi Pujasera Selambai di Periode Ketiga

Wakil Kepala Pengembangan Mutu dan Kurikulum Sekolah Rakyat Terintegrasi 24 Samarinda, Indra Bagus Yudistira, menjelaskan bahwa guru-guru yang siap mengabdi berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Kutai Barat, dan Samarinda sendiri.

“Ada beberapa guru dari Pulau Jawa yang datang ke sini khusus untuk mengajar di Sekolah Rakyat,” ujar Indra.

Meski demikian, untuk operasional penuh, sekolah ini sebenarnya membutuhkan 17 guru. Artinya, masih ada kekurangan lima tenaga pendidik yang sedang diupayakan pemenuhannya melalui rekrutmen tahap dua yang saat ini tengah berlangsung.

“Untuk saat ini, guru yang ada akan mengampu beberapa mata pelajaran sesuai kemampuan masing-masing. Kami berharap rekrutmen tahap dua bisa segera menutup kekurangan ini,” tambahnya.

Baca juga  Optimalisasi Sektor Jasa dan UMKM Jadi Kunci, DPRD Samarinda Soroti Penurunan DBH Sawit

Sekolah Rakyat Samarinda sementara berlokasi di kompleks Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim. Sekolah ini akan menampung 100 siswa, terbagi dalam 50 siswa jenjang SMP dan 50 siswa jenjang SMA. Para siswa akan dibagi menjadi empat rombongan belajar, dengan setiap rombongan berisi 25 siswa — dua rombongan untuk SMP dan dua untuk SMA.

“Dengan sistem pembagian ini, diharapkan proses pembelajaran bisa berjalan efektif dan mendukung kebutuhan belajar setiap siswa,” tutup Indra. (bai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Sampah jadi Energi Listrik

Advertorial

Helmi Pastikan DPRD Samarinda Bantu Kegiatan GMKI Tapi Sesuaikan Kemampuan Anggaran

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dinilai Berpeluang Maju Pilkada 2029

Advertorial

Daya Beli Turun, DPRD Samarinda Dorong Pelaku Usaha Sesuaikan Stok dan Manfaatkan Program MBG

Advertorial

DPRD Samarinda Ingatkan Perusahaan Soal PHK, Tegaskan Harus Sesuai Aturan Disnaker

Advertorial

Ancaman Penghapusan Honorer, Sri Puji: Samarinda Masih Kekurangan Guru Bahasa Inggris

Advertorial

Anggota DPRD Samarinda Luncurkan Aplikasi Sani Mendengar, Warga Bisa Lapor Aspirasi 24 Jam

Advertorial

DPRD Samarinda Soroti PHK Sektor Tambang Kian Marak Terjadi