Home / Kaltim

Senin, 4 Agustus 2025 - 17:03 WIB

Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda, Sinergi Guru Dari Berbagai Daerah untuk Pendidikan Berkualitas

Bentangkaltim, Samarinda – Sekolah Rakyat Terintegrasi Samarinda siap menyambut tahun ajaran baru 2025 dengan semangat menggebu. Sebanyak 12 guru telah dipersiapkan untuk mengajar sekitar 100 peserta didik jenjang SMP dan SMA. Menariknya, bukan hanya guru dari Kalimantan Timur yang terlibat, tapi juga sejumlah pendidik dari Pulau Jawa turut hadir membawa pengalaman dan semangat baru ke sekolah ini.

Sebelum proses belajar mengajar resmi dimulai, para siswa akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini dirancang sebagai langkah awal agar para siswa mengenal lebih dekat lingkungan dan budaya belajar di Sekolah Rakyat Samarinda.

Baca juga  Peringati Sumpah Pemuda, Dispora Kaltim Gelar Lomba LKBB dari 23 Hingga 25 Oktober

Wakil Kepala Pengembangan Mutu dan Kurikulum Sekolah Rakyat Terintegrasi 24 Samarinda, Indra Bagus Yudistira, menjelaskan bahwa guru-guru yang siap mengabdi berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Kutai Barat, dan Samarinda sendiri.

“Ada beberapa guru dari Pulau Jawa yang datang ke sini khusus untuk mengajar di Sekolah Rakyat,” ujar Indra.

Meski demikian, untuk operasional penuh, sekolah ini sebenarnya membutuhkan 17 guru. Artinya, masih ada kekurangan lima tenaga pendidik yang sedang diupayakan pemenuhannya melalui rekrutmen tahap dua yang saat ini tengah berlangsung.

“Untuk saat ini, guru yang ada akan mengampu beberapa mata pelajaran sesuai kemampuan masing-masing. Kami berharap rekrutmen tahap dua bisa segera menutup kekurangan ini,” tambahnya.

Baca juga  Wisata Panggung dan Dermaga BK Bakal Direnov Tahun ini dengan Anggaran Rp 12,4 Miliar

Sekolah Rakyat Samarinda sementara berlokasi di kompleks Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim. Sekolah ini akan menampung 100 siswa, terbagi dalam 50 siswa jenjang SMP dan 50 siswa jenjang SMA. Para siswa akan dibagi menjadi empat rombongan belajar, dengan setiap rombongan berisi 25 siswa — dua rombongan untuk SMP dan dua untuk SMA.

“Dengan sistem pembagian ini, diharapkan proses pembelajaran bisa berjalan efektif dan mendukung kebutuhan belajar setiap siswa,” tutup Indra. (bai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemkot Terus Siapsiaga Soal Potensi Karhutla dan Kekeringan yang Berkelanjutan

Advertorial

Komisi III DPRD Samarinda Dorong Realisasi Bus Umum di Kota Tepian

Advertorial

Banyak Kasus Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, DPRD Samarinda Bangun Pagar Upaya Pencegahan

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Pasar Pagi Gedung Mewah Tapi Sepi Pembeli

Advertorial

DPRD Samarinda Ingin Tambahkan Anggaran Dinsos hingga Minta Data DTKS Diperbaharui

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dorong Event Job Fair Terus Digerlar, Upaya Jembatani Perusahaan dan Pebcari Kerja hingga Tekan Angka Pengangguran

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Kolaborasi Tindak Gepeng dan Anjal yang Kerap Nongkrong di Lampu Merah Perkotaan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Nakes Bermasalah di RSUD AI Moeis Dievaluasi