Home / Advertorial / Bontang

Senin, 12 Agustus 2024 - 20:51 WIB

Walikota Cabut Gugatan Tapal Batas Kampung Sidrap, Ini Tanggapan Ketua DPRD Bontang

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam

 

Bentangkaltim.com, Bontang – Wali Kota Bontang telah mengambil keputusan, untuk mencabut gugatan tapal batas Kampung Sidrap yang sebelumnya diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK), agar menjadi bagian dari Kota Bontang.

Keputusan ini diambil setelah adanya instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Adapun gugatannya, yakni terhadap Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1997 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Malinau, Kutai Timur (Kutim), dan Bontang.

Hal tersebut pun mendapatkan atensi yang serius dari Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. Ia menyebutkan, gugatan yang diajukan ke MK adalah hasil kesepakatan DPRD dan Pemerintah Kota Bontang, untuk memperjuangkan wilayah Sidrap.

Baca juga  Ole Romeny Siap di Naturalisasi?

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengungkapkan bahwa pendaftaran gugatan hukum mengenai tapal batas Kampung Sidrap ke MK sebelumnya merupakan kesepakatan bersama antara DPRD dengan Pemkot.

“Pada periode sebelumnya, pemerintah dan DPRD sepakat untuk mengajukan tapal batas tersebut kepada Mahkamah Konstitusi sebagai bentuk perjuangan bagi masyarakat Sidrap,” ungkapnya kepada awak media pada Senin (12/8/2024).

Politikus Partai Golkar itu menyebutkan, pencabutan tersebut dinilai terburu-buru dan tidak mencerminkan kehendak bersama.

“Sebenarnya sah saja secara administratif pencabutan itu, tapi harusnya keputusan seperti ini dirundingkan dalam rapat paripurna DPRD, agar didapati kesepakatan bersama,” ujarnya.

Namun, Ia secara tegas mengatakan bahwa DPRD Bontang akan terus mendukung masyarakat Sidrap, untuk memperjuangkan haknya.

Baca juga  Gramedia Kembali Beroperasi di Citimall Bontang

Andi Faiz, sapaan akrabnya mengklaim, jika Pemkot Bontang memutuskan untuk tidak melanjutkan gugatan tersebut, maka pihaknya akan memfasilitasi masyarakat Sidrap, agar secara mandiri mengajukan gugatan ke MK.
Bersama dengan itu, dirinya mengkhawatirkan kondisi alan adanya ketidaksesuaian yang ditimbulkan, apabila dua wilayah dalam satu provinsi saling menggugat.

“Yang dikhawatirkan adalah situasi yang tidak kondusif jika dalam satu provinsi, dua kabupaten atau kota saling menggugat. Kita tunggu hasil paripurna dewan untuk melihat sikap apa yang akan diambil setelah pelantikan dewan yang baru,” pungkasnya.(han/adv)

Share :

Baca Juga

Bontang

PWI Bontang Audiensi ke Badak LNG, Apresiasi Dukungan Berkelanjutan untuk Program Pers

Advertorial

Usung Semangat Kartini, Srikandi Pupuk Kaltim Dorong Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Advertorial

Ismail Latisi: Insentif Guru di Sejumlah Sekolah Samarinda Belum Terbayar, Ada Guru Belum Bayar Kontrak Rumah

Advertorial

DPRD Samarinda Sebut Penertiban Pom Mini Butuh Perda, Bukan Sekadar Surat Edaran

Advertorial

Novan: Kurikulum Baru Berjalan, tapi Guru Bahasa Kutai dan AI Masih Sangat Terbatas

Advertorial

DPRD Samarinda Desak Pemerintah Perhatikan Nasib Guru Honor Swasta di Hardiknas 2026

Advertorial

Riska Ingatkan Samarinda Harus Kejar Capaian Penurunan Stunting

Advertorial

Raperda TBC-HIV Samarinda Masih Diperpanjang, Yakop Harap Rampung Tahun Ini