Home / Advertorial / Kaltim

Sabtu, 9 November 2024 - 13:36 WIB

Upaya Dispora Kaltim Tingkatkan Minat Masyarakat Terhadap Olahraga Demi Sukseskan Regenerasi Atlet

Juanda, Koordinator Perencanaan Dispora Kaltim

Juanda, Koordinator Perencanaan Dispora Kaltim

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mendorong peningkatan minat dan partisipasi masyarakat dalam olahraga yang dianggap sebagai kunci utama regenerasi atlet daerah, terutama dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional.

Koordinator Perencanaan Dispora Kaltim, Juanda, menjelaskan bahwa upaya menumbuhkan minat masyarakat terhadap olahraga perlu dimulai dengan memperkenalkan berbagai jenis cabang olahraga terlebih dahulu.

“Kalau dari kita, berjenjang. Jadi, kita buat masyarakat suka dulu. Nanti mereka akan dengan sendirinya membawa prestasi,” ujar Juanda.

Ia menekankan bahwa mengenalkan olahraga, meskipun terkesan mahal di awal, penting untuk membangun kecintaan masyarakat terhadap aktivitas tersebut.

Menurutnya, ketika masyarakat sudah menyukai atau hobi pada olahraga tertentu, biaya atau kesulitan yang terkait dengan olahraga itu tidak lagi menjadi hambatan karena kecintaan mereka akan mendorongnya untuk tetap berpartisipasi.

Baca juga  Ardiansyah Ajak Generasi Muda Berperan Besar dalam Pelestarian Budaya di Festival Magicland 2025

“Kalau orang sudah hobi, biar berapapun biaya yang dibutuhkan, mereka akan tetap melakukannya. Hobi tadi, apabila dia serius, bisa mencapai prestasi,” jelasnya.

Terkait agenda pembinaan olahraga di Kaltim, Juanda menjelaskan bahwa KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) rutin menggelar kejuaraan dua kali dalam setahun.

Kegiatan tersebut terdiri dari Kejuaraan Daerah (Kejurda) Junior dan Kejurda Senior, yang juga diperluas hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Sementara itu, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) hanya menggelar kegiatan olahraga tradisional sekali dalam dua tahun.

“Kalau di KONI itu setiap tahun ada dua kali jatah cabang olahraga. Pertama, Kejurda Junior dan juga Kejurda Senior, serta Kejurnas untuk Junior dan Senior. Kalau di KORMI cuma satu kali saja kegiatannya. Kegiatan tradisional tadi seperti enggrang itu ada kejuaraannya, dilaksanakan setiap dua tahun sekali,” bebernya.

Baca juga  Alfin Rausan Fikry Dukung Penerapan ETLE di Bontang, Dorong Penegakan Hukum Transparan

Ia menambahkan bahwa salah satu agenda besar KORMI adalah Festival Olahraga Nasional (Fornas), yang lebih menekankan partisipasi masyarakat daripada prestasi medali.

Keberhasilan olahraga masyarakat, menurutnya, diukur dari seberapa banyak peserta yang ikut ambil bagian, bukan dari jumlah medali yang diperoleh.

“Tolak ukur keberhasilannya itu bukan medali, tapi semakin banyak yang ikut, maka itu berhasil. Jadi kalau olahraga masyarakat itu bukan medali yang dihitung, tetapi banyaknya masyarakat yang ikut,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan partisipasi masyarakat yang tinggi di berbagai cabang olahraga, baik yang modern maupun tradisional, diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi regenerasi atlet di Kaltim.

”Peningkatan jumlah peserta yang terlibat dalam setiap kejuaraan juga menjadi salah satu indikator bahwa olahraga telah berhasil menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Kaltim,” tutupnya. (ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Regenerasi Atlet Bulutangkis Berprestasi, Pupuk Kaltim Hadirkan Sirnas C Open 2026

Kaltim

Pemkab PPU Siapkan Anggaran Rp4,3 Miliar untuk Bantu Pendidikan Ribuan Siswa Baru

Advertorial

DPRD Samarinda Kawal 31 Siswa yang Belum Dapat Sekolah Negeri

Advertorial

DPRD Samarinda Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Kelestarian Lingkungan Sekitar Dimulai dari Pengelolaan Sampah dari Rumah

Advertorial

Ketua Komisi II DPRD Samarinda Khawatir Harga BBM Naik Picu Inflasi

Advertorial

49 Jiwa Terdampak Kebakaran di Loa Janan Ilir, Ketua DPRD Samarinda Desak Pemkot Segera Lakukan Perbaikan

Advertorial

Komisi III DPRD Samarinda Bakal Panggil OPD Soal Lampu Mahkota II Mati

Advertorial

DPRD Samarinda Desak Pemerintah Perlunak Syarat SHM untuk Bangun Rumah Bagi Masyarakat Kurang Mampu