Bentangkaltim, – Program internet gratis desa kini menjadi salah satu bukti nyata komitmen Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji dalam menghadirkan transformasi digital ke pelosok Kalimantan Timur (Kaltim). Dari total 841 desa yang menjadi target, hingga minggu ketiga Juli 2025 sudah ada 252 desa yang menikmati akses internet gratis, sebuah capaian signifikan yang menandai 30 persen progres pemasangan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa progres pemasangan terus dipantau secara ketat melalui laporan mingguan dari staf lapangan. “Rata-rata setiap minggu kami memasang di sekitar 30 desa, artinya dalam sebulan bisa menyentuh angka 125 desa. Target kami adalah mencapai 300 desa sampai akhir Juli ini,” ungkap Faisal.
Pemasangan tidak terfokus pada satu wilayah tertentu, melainkan menyesuaikan dengan kesiapan teknis dan koordinasi lapangan di masing-masing daerah. Distribusi terbaru per 21 Juli 2025 menunjukkan Kabupaten Berau telah terpasang di 43 dari 100 desa, Kutai Barat 36 dari 190 desa, Kutai Kartanegara 98 dari 193 desa, Kutai Timur 66 dari 139 desa, Mahakam Ulu 3 dari 50 desa, Paser 6 dari 139 desa, dan Penajam Paser Utara masih belum terpasang.
Dari sisi penyedia layanan (ISP), beberapa operator besar turut mendukung, seperti Telkom yang melayani 108 desa, Telkomsel 65 desa, Comtelindo 72 desa yang naik signifikan, dan Icon+ yang mulai aktif melayani 7 desa. Program ini menjadi kolaborasi strategis pemerintah dengan penyedia layanan untuk menjangkau berbagai wilayah, termasuk yang sulit dijangkau dengan infrastruktur konvensional.
Diskominfo Kaltim kini tengah merencanakan peluncuran resmi program Internet Desa Gratis sebagai momentum perayaan saat jumlah desa yang terpasang mencapai sekitar 300 desa, hampir separuh dari total target. “Kami sedang mencari waktu yang tepat untuk launching resmi. Sekitar angka 300 desa sudah representatif sebagai momen tersebut,” kata Faisal.
Program ini adalah bagian dari visi besar Rudy-Seno untuk membangun infrastruktur digital yang merata, menjembatani kesenjangan akses informasi, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperbaiki pelayanan publik di desa-desa Kaltim. Internet bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar yang mampu membuka pintu kesempatan baru bagi masyarakat desa.
Dengan internet gratis, desa-desa di Kaltim semakin terhubung dengan dunia luar, memungkinkan masyarakat mengakses informasi, layanan pendidikan, dan peluang ekonomi digital yang lebih luas. Ini adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih inklusif dan digital di Kalimantan Timur. (bai)










