Bentangkaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, menilai olahraga domino atau yang kini berada di bawah organisasi Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) layak mendapat perhatian lebih besar di Kota Samarinda. Menurutnya, domino bukan lagi sekadar permainan santai, melainkan cabang olahraga rekreasi tradisional yang punya peluang berkembang menjadi wadah pembinaan atlet dan kegiatan masyarakat yang positif.
Maswedi menyebut Pordi di Samarinda sudah mulai terbentuk di banyak kecamatan. Kepengurusan tingkat kecamatan itu, kata dia, menjadi bagian dari upaya formal agar domino bisa dibina secara terstruktur, tidak lagi berjalan sporadis.
“Domino ini sekarang sudah menjadi olahraga tradisional. Sudah beberapa event nasional yang diselenggarakan Pordi Pusat, sehingga animo masyarakat untuk ikut kegiatan ini semakin besar,” ujar Maswedi.
Ia menjelaskan, keberadaan Pordi memberi ruang bagi masyarakat untuk menyalurkan hobi sekaligus mengasah kemampuan berpikir, strategi, dan konsentrasi. Karena itu, domino menurutnya lebih tepat ditempatkan sebagai olahraga rekreasi ketimbang dipandang semata-mata dari sisi negatif yang selama ini melekat di masyarakat.
Maswedi juga menyinggung prestasi atlet domino asal Samarinda Utara yang berhasil menembus ajang nasional. Dalam kejuaraan terakhir di Palu, Sulawesi Tengah, klub dari wilayah tersebut bahkan berhasil meraih peringkat lima nasional. Pencapaian itu, kata dia, menjadi bukti bahwa domino memiliki potensi kompetitif bila dibina secara serius.
Menurutnya, pembentukan pengurus di tingkat kecamatan bukan hanya soal struktur organisasi, melainkan juga menjadi pintu untuk melakukan sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat. Dengan semakin banyak pengurus aktif, rekrutmen atlet domino bisa dilakukan sejak dini dan diarahkan untuk mewakili Samarinda di kejuaraan nasional.
Ia menambahkan, Pordi di tingkat kota dipimpin Haji Abdul Fattah, sementara di tingkat kecamatan pengurus terus diperluas agar pembinaan bisa berjalan merata. Maswedi berharap pemerintah kota dan pemangku kepentingan olahraga memberi ruang bagi olahraga rekreasi tradisional seperti domino untuk tumbuh bersama cabang olahraga lain yang lebih dulu mapan.
Bagi Maswedi, perkembangan Pordi juga sejalan dengan kebutuhan warga akan ruang hiburan yang sehat, terorganisir, dan memiliki nilai sosial. Karena itu, ia mendorong agar domino tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan didorong menjadi salah satu pilihan olahraga rekreasi yang bisa membawa nama baik Samarinda di level daerah maupun nasional.
(ard/lal/adv)










