Home / Advertorial / Kaltim

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:44 WIB

DPRD Samarinda Desak Dinas Perdagangan Dampingi UMKM Siapkan Kemasan hingga Sertifikasi Halal

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain

Bentangkaltim.com, Samarinda- Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, mendorong Dinas Perdagangan dan dinas yang membidangi UMKM untuk aktif mendampingi pelaku usaha lokal dalam mempersiapkan produk mereka agar memenuhi standar yang disyaratkan gerai ritel modern.

Dia menilai pendampingan teknis dari pemerintah menjadi kunci utama agar produk UMKM lokal bisa bersaing di pasar yang lebih luas.

Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi UMKM saat ini bukan semata pada kualitas produk, melainkan pada kesiapan kemasan, tampilan visual, dan kelengkapan dokumen legalitas. Ketiga aspek inilah yang kerap menjadi syarat utama bagi produk untuk bisa masuk ke rak-rak ritel modern.

Ia menyebutkan, banyak pelaku UMKM lokal yang sebenarnya sudah memiliki produk berkualitas baik, namun terganjal karena kemasan belum memenuhi standar, belum memiliki sertifikasi halal, atau izin usahanya belum lengkap.

“Masuknya barang UMKM ke ritel modern perlu diawali dengan pelatihan. Packaging harus bagus, tampilannya menarik, harus ada label halal dan izin yang lengkap. Saya pikir Dinas Perdagangan maupun dinas yang membidangi UMKM juga harus mendampingi dari sisi kemasan, izin dan sebagainya,” ujar Sani, Rabu (24/06/2026).

Baca juga  Gelar Malam Anugerah Pada 28 Oktober, Dispora Kaltim Akan Umumkan 3 Stand Terbaik Pada Acara Pekan Raya Pemuda Kaltim

Dirinya menyebut setidaknya ada tiga aspek utama yang perlu dipersiapkan UMKM. Pertama, kemasan yang menarik dan informatif. Kedua, sertifikasi halal yang diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Ketiga, kelengkapan perizinan usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bagi produk pangan.

Sani menilai, jika ketiga aspek tersebut sudah terpenuhi, ritel modern akan lebih terbuka menerima produk lokal. Pasalnya, jaringan ritel modern memiliki standar ketat terkait kualitas tampilan dan legalitas produk yang masuk ke gerai mereka.

Kondisi ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong percepatan standarisasi UMKM. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2023, Indonesia memiliki lebih dari 65 juta unit UMKM yang berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Namun, hanya sebagian kecil yang mampu menembus pasar ritel modern. Salah satu penyebab utamanya adalah keterbatasan standarisasi produk dan sertifikasi.

Baca juga  Saeful Rizal Apresiasi Prestasi SPNF SKB Bontang, Dorong Mutu Dan Layanan Terus Ditingkatkan

Di Kota Samarinda, pengembangan UMKM menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah. Berbagai pelatihan dan pembinaan telah dijalankan, namun Sani menilai pelaksanaannya masih perlu diperkuat agar dampaknya lebih dirasakan langsung oleh pelaku usaha di lapangan.

Ia menegaskan, pendampingan yang diberikan harus bersifat berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan riil pelaku usaha, bukan sekadar kegiatan pelatihan sesekali. Pemerintah daerah perlu memastikan ada mekanisme pemantauan dan bantuan teknis yang berkesinambungan kepada UMKM.

Sani berharap sinergi antara Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta lembaga terkait lainnya terus diperkuat demi mendorong lebih banyak produk UMKM Samarinda menembus pasar ritel modern dan tumbuh ke tingkat yang lebih tinggi.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kembali Duduk di DPRD Bontang, Sudiyo Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bontang Selatan

Advertorial

Sudiyo Langsung Duduki Kursi Strategis di DPRD Bontang, Jadi Sekretaris Komisi C dan Anggota Bamus

Advertorial

Sudiyo Resmi Duduki Slot Kursi DPRD Bontang, Gantikan Almarhum Maming

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan Perusahaan Industri Susun Raperda Penanggulangan Bencana, Sumardi Minta Masukan Ahli Safety

Advertorial

Ridwan Soroti Potensi PAD dari Aset Pemkot Bontang yang Dikelola PT BME

Advertorial

DPRD Bontang Bahas Penyertaan Modal Rp12,7 Miliar ke BME, Ternyata Bukan Suntikan Dana Baru

Advertorial

DPRD Bontang Buka Peluang Industri Beri Masukan Raperda Penanggulangan Bencana

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan PKT dan Badak LNG dalam Penyusunan Perda Penanggulangan Bencana Kawasan Industri