Bentangkaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar merasa heran masih ada sejumlah sekolah di Samarinda yang belum menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), baik di tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK.
Padahal kata Anhar, Samarinda ini seluruh kecamatan dan kelurahannya semuanya terhubung, dan mudah diakses, mengapa program MBG tidak tersalurkan keseluruh sekolah-sekolah.
“Kondisi itu tidak masuk akal mengingat Samarinda adalah kota yang secara infrastruktur dan aksesibilitas jauh lebih mudah dijangkau dibanding daerah-daerah terpencil lainnya di Kalimantan Timur, jadi seharusnya MBG merata ke selurub sekolah,” pungkasnya.
Karena disebutkan Anhar ternyata jauh lebih banyak sekolah yang belum menerima program MBG ini. Semua sekolah memiliki hak untuk mendapatkan program tersebut. Meskipun secara teknis memang wewenang pemerintah.
“Secara teknis memang kami tidak bisa mengintervensi, tapi berbicara keadilan tentu kami juga harus menyuarakan,” tuturnya.
Program MBG merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperbaiki gizi anak usia sekolah secara menyeluruh. Ketidakmerataan distribusi di kota sebesar dan semudah Samarinda, menurutnya, adalah cacat yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.
“Karena semua prosesnya, pengadaannya, itu dari pusat. Daerah tidak punya kewenangan. Yang kita harapkan, Badan Gizi Nasional itulah yang harus bergerak menyelesaikan itu. Bukan cuma di Samarinda, di seluruh Indonesia ini masih banyak,” tegasnya.
Komisi IV DPRD Kota Samarinda akan terus memantau perkembangan program ini dan siap menyuarakan temuan lapangan kepada instansi terkait di tingkat pusat.
(rya/adv)










