Home / Advertorial / Bontang

Minggu, 6 Oktober 2024 - 20:38 WIB

Heri Keswanto Usulkan Kenaikan Insentif Kader Posyandu Bontang untuk Tingkatkan Semangat Kerja

Anggota DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto.(ist)

Anggota DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto.(ist)

Bentangkaltim.com, Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, menyoroti rendahnya insentif yang diterima oleh para Kader Posyandu di Kota Taman, yang saat ini hanya sebesar Rp 300 ribu per bulan. Melihat besarnya tanggung jawab yang diemban oleh para kader, Heri berencana mengusulkan kenaikan insentif tersebut saat pembahasan anggaran mendatang.

“Pada pembahasan anggaran nanti, saya akan mengusulkan kenaikan insentif bagi Kader Posyandu,” ujar Heri saat ditemui baru-baru ini. Ia menjelaskan, jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang memungkinkan, maka usulan kenaikan insentif ini akan menjadi salah satu prioritas.

Menurut Heri, para kader Posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat, terutama dalam menjaga kesehatan balita dan lansia. Tugas mereka tidak hanya mendata dan melayani balita, tetapi juga memberikan edukasi kepada orang tua untuk rutin membawa anak mereka ke Posyandu.

Baca juga  Peluang Usaha Dikawasan Industri, Rustam Minta Pemkot Seleksi Para Investor

“Peran Kader Posyandu ini berat. Mereka mendata balita, mengawasi pertumbuhan, serta memberikan pemahaman penting kepada orang tua tentang kesehatan anak. Jadi, sudah sepatutnya insentif mereka ditingkatkan untuk memotivasi mereka lebih giat lagi,” jelas Heri.

Dari data yang dikumpulkan oleh Kader Posyandu, pemerintah dapat memantau kondisi kesehatan balita di Kota Bontang, termasuk mengidentifikasi masalah seperti stunting dan gizi buruk. Heri menekankan bahwa kontribusi kader dalam hal ini sangat besar, terutama karena masalah stunting sering sulit dideteksi akibat rendahnya partisipasi masyarakat yang membawa balitanya ke Posyandu setiap bulan.

Baca juga  Dukung Pertanian Berkelanjutan, Pupuk Kaltim Bantu Alat Semprot untuk Kelompok Tani Kutai Timur

Selain fokus pada kesehatan balita, beberapa Rukun Tetangga (RT) di Bontang juga telah menginisiasi pembukaan Posyandu Lansia, yang tentunya menambah beban kerja bagi para kader. Hal ini, menurut Heri, menjadi alasan lain mengapa kenaikan insentif perlu diperjuangkan.

“Dengan adanya inovasi Posyandu Lansia di beberapa wilayah, tanggung jawab para kader semakin besar. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih berupa kenaikan insentif,” pungkasnya.

Usulan kenaikan insentif ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan motivasi para Kader Posyandu dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga kesehatan masyarakat, terutama balita dan lansia di Kota Bontang.(tri/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kembali Duduk di DPRD Bontang, Sudiyo Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bontang Selatan

Advertorial

Sudiyo Langsung Duduki Kursi Strategis di DPRD Bontang, Jadi Sekretaris Komisi C dan Anggota Bamus

Advertorial

Sudiyo Resmi Duduki Slot Kursi DPRD Bontang, Gantikan Almarhum Maming

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan Perusahaan Industri Susun Raperda Penanggulangan Bencana, Sumardi Minta Masukan Ahli Safety

Advertorial

Ridwan Soroti Potensi PAD dari Aset Pemkot Bontang yang Dikelola PT BME

Advertorial

DPRD Bontang Bahas Penyertaan Modal Rp12,7 Miliar ke BME, Ternyata Bukan Suntikan Dana Baru

Advertorial

DPRD Bontang Buka Peluang Industri Beri Masukan Raperda Penanggulangan Bencana

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan PKT dan Badak LNG dalam Penyusunan Perda Penanggulangan Bencana Kawasan Industri