Home / Advertorial / Kaltim

Jumat, 14 November 2025 - 12:48 WIB

Investor Menunggu Akses Udara, Pemkab Kutim Pacu Pengembangan Bandara Tanjung Bara

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini bergerak lebih agresif mempercepat pengembangan Bandara Tanjung Bara setelah sejumlah calon investor menyampaikan bahwa kemudahan akses penerbangan menjadi salah satu faktor penentu realisasi investasi.

Banyak peluang usaha disebut masih tertunda akibat sulitnya mobilitas langsung dari kota besar menuju Sangatta.

Sejumlah laporan yang masuk ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim menunjukkan bahwa para pelaku industri, perdagangan, hingga energi menilai kehadiran bandara komersial akan menjadi penjamin kelancaran operasional dan distribusi logistik mereka.

Hal ini membuat Pemkab Kutim memprioritaskan percepatan pengembangan fasilitas bandara sebagai dukungan bagi iklim investasi.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan dilakukan bukan hanya untuk menjawab kebutuhan masyarakat, melainkan juga sebagai langkah strategis agar peluang investasi tidak hilang ke daerah lain.

Baca juga  Berhadiah Hingga 50 Juta, Dispora Kaltim Gelar Kejuaraan Sepakbola Piala Gubernur U13 dan U15

“Kita ingin memastikan bahwa Kutum punya daya tarik maksimal, banyak investasi menunggu akses udara, sehingga pengembangan bandara harus dipercepat,” tegasnya.

Pengembangan tersebut meliputi peningkatan kapasitas landasan pacu, pembaruan fasilitas pendukung, hingga pembahasan skema operasional penerbangan komersial.

Berbagai aspek teknis kini sedang disinkronkan dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, termasuk standardisasi keamanan bandara untuk penerbangan reguler.

Pemkab Kutim menilai sektor investasi mampu menjadi penggerak ekonomi terbesar dalam jangka panjang, terutama pada bidang industri hilirisasi, pembangunan infrastruktur, kawasan ekonomi, pariwisata alam, dan energi hijau.

Baca juga  DPRD Gelar Rapat Paripurna ke-7 Masa Sidang III Bahas Soal Pertanggungjawaban APBD 2023

Ardiansyah menyebutkan bahwa konektivitas udara bukan hanya kebutuhan transportasi, tetapi fondasi pertumbuhan ekonomi.

“Saat investor bisa masuk dan keluar Kutim tanpa hambatan mobilitas, arus modal akan bertambah dan lapangan kerja terbuka lebih luas untuk masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah juga memastikan bahwa proses percepatan tidak terhambat birokrasi dengan menyiapkan dukungan perizinan yang lebih ringkas untuk pembangunan fisik.

Sinergi antara pemerintah daerah, pusat, pengelola bandara, dan perusahaan tambang di sekitar wilayah bandara turut menjadi dorongan tambahan dalam proses percepatan.

Jika pengembangan Bandara Tanjung Bara berhasil direalisasikan sesuai target, Kutim diprediksi akan menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan aliran investasi yang lebih besar dan berkelanjutan.(ADV)

Share :

Baca Juga

Kaltim

Isu Nepotisme hingga Lingkungan, Ribuan Massa Siap Turun ke Jalan di Kaltim

Kaltim

Mal Lembuswana di Ujung Masa HGB, Pemprov Kaltim Siapkan Langkah Strategis

Kaltim

Anggaran Renovasi Rp25 Miliar Disorot, Pemprov Kaltim Beri Klarifikasi

Kaltim

Isu Ambulans Rp9 Miliar di Kutim, Ini Fakta Sebenarnya

Kaltim

PAD Kaltim Terancam Tak Capai Target, Sejumlah Faktor Jadi Pemicu

Kaltim

Kukar Matangkan Persiapan MTQH Kaltim 2026, 13 Lokasi Lomba Disiapkan

Advertorial

Berbagi Berkah Ramadhan 2026, Citimall Bontang Ajak 50 Anak Yatim Piatu Wisata ke Mall

Advertorial

Tingkatkan Kepedulian Sosial, Safari Ramadan MTMY Baiturrahman Salurkan Rp799 Juta