Home / Advertorial / Kaltim

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:55 WIB

Novan Dorong Pendekatan Persuasif dalam Menyikapi Dinamika Sosial dan Akses Layanan Kesehatan

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M Novan Syahroni Pasie. (Bentangkaltim.com/ist).

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M Novan Syahroni Pasie. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, M. Novan Syahronny, menekankan pentingnya pendekatan yang mengedepankan edukasi dan nilai kemanusiaan dalam menyikapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan perilaku maupun dinamika sosial tidak seharusnya dilakukan melalui tindakan yang bersifat menghukum atau menghakimi, melainkan melalui langkah-langkah yang terukur dan persuasif.

Pernyataan tersebut disampaikan Novan setelah menghadiri Dialog Publik bertema “Urgensi RUU LGBTQ: Dukungan Terbuka Samarinda Terhadap MUI Untuk Menjaga Generasi Muda Kota Samarinda” yang berlangsung di kawasan Citra Niaga, Samarinda, pada Sabtu (25/7/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi berbagai pihak mengenai isu sosial yang tengah menjadi perhatian masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Novan turut menanggapi kekhawatiran sebagian masyarakat terkait potensi tindakan persekusi terhadap kelompok tertentu yang dikhawatirkan dapat membuat warga enggan memanfaatkan layanan kesehatan.

Dia menegaskan masyarakat tidak perlu merasa takut untuk memeriksakan kondisi kesehatannya, terutama di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Baca juga  Anggaran di Dinas Diskumi Samarinda jadi Sorotan, Dinilai Lebih Banyak untuk Keperluan Operasional Dari Pada Pemberdayaan UMKM

Menurutnya, rumah sakit pemerintah memiliki mekanisme dan aturan yang ketat dalam menjaga kerahasiaan identitas maupun data medis pasien.

Karena itu, setiap warga yang ingin menjalani pemeriksaan kesehatan atau skrining dapat datang secara langsung tanpa perlu khawatir informasi pribadinya akan disalahgunakan.

“Apabila ingin melakukan screening, masyarakat cukup datang ke rumah sakit, khususnya rumah sakit pemerintah,” ujar Novan.

Ia menjelaskan bahwa tenaga kesehatan akan memberikan pelayanan sesuai prosedur medis.

Masyarakat cukup menyampaikan keluhan atau gejala yang dirasakan agar petugas dapat melakukan pemeriksaan awal maupun skrining yang diperlukan.

“Masyarakat tidak perlu merasa tertekan atau takut ketika berkonsultasi. Mereka cukup menjelaskan gejala yang dialami sehingga dapat dilakukan pemeriksaan sebagai bagian dari proses screening,” katanya.

Lebih lanjut, Novan juga menyoroti munculnya isu persekusi yang belakangan menjadi perhatian publik.

Menurutnya, kondisi tersebut kerap dipengaruhi oleh perbedaan pemahaman masyarakat terhadap berbagai aturan maupun regulasi yang berlaku.

Baca juga  Wabup Mahyunadi: Disiplin Berlalu Lintas Jadi Kunci Tekan Kecelakaan di Kutim

Dia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat agar tidak terjadi tindakan yang merugikan pihak lain akibat kesalahpahaman terhadap aturan.

“Kalau berbicara mengenai persekusi, terkadang hal itu muncul karena masih ada masyarakat yang belum memahami regulasi secara utuh,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda yang membidangi urusan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, Novan menegaskan bahwa langkah pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban sosial serta melindungi generasi muda harus tetap mengedepankan pendekatan yang humanis.

Ia menilai edukasi menjadi instrumen utama dalam membangun pemahaman masyarakat, sehingga berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan melalui dialog, pembinaan, dan peningkatan kesadaran, bukan melalui tindakan yang bersifat menghukum ataupun menghakimi.

“Kita mengedepankan pendekatan persuasif. Yang dilakukan adalah memberikan edukasi, bukan punishment dan bukan mengadili. Itu yang paling penting,” tegasnya.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kembali Duduk di DPRD Bontang, Sudiyo Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bontang Selatan

Advertorial

Sudiyo Langsung Duduki Kursi Strategis di DPRD Bontang, Jadi Sekretaris Komisi C dan Anggota Bamus

Advertorial

Sudiyo Resmi Duduki Slot Kursi DPRD Bontang, Gantikan Almarhum Maming

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan Perusahaan Industri Susun Raperda Penanggulangan Bencana, Sumardi Minta Masukan Ahli Safety

Advertorial

Ridwan Soroti Potensi PAD dari Aset Pemkot Bontang yang Dikelola PT BME

Advertorial

DPRD Bontang Bahas Penyertaan Modal Rp12,7 Miliar ke BME, Ternyata Bukan Suntikan Dana Baru

Advertorial

DPRD Bontang Buka Peluang Industri Beri Masukan Raperda Penanggulangan Bencana

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan PKT dan Badak LNG dalam Penyusunan Perda Penanggulangan Bencana Kawasan Industri