Home / Advertorial / Bontang

Selasa, 17 September 2024 - 10:18 WIB

Pembongkaran Warung Ilegal di Masjid Terapung, Faisal Harap Proses Hukum Berjalan Adil

Anggota DPRD Bontang, Faisal

Anggota DPRD Bontang, Faisal

Bentangkaltim.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah melakukan pembongkaran terhadap warung terapung ilegal di Selambai, Loktuan pada (30/7/2024).

Tindakan ini dipersoalkan oleh pemilik warung yang menilai tidak ada SK jelas, sehingga kasus ini berlanjut ke jalur hukum dengan tuntutan terhadap Lurah Loktuan.

Anggota DPRD Bontang, Faisal FBR, menilai langkah Pemkot diambil berdasarkan pertimbangan hukum dan administratif. Meskipun kasus ini sudah masuk pengadilan, Faisal optimis pemerintah memiliki posisi yang kuat.

“Menurut saya pembongkaran ini memang hak pemkot, kalau pemilik warung terapung merasa itu kewenangan dari provinsi, tidak mungkin pemerintah mengambil tindakan tegas tanpa dasar yang kuat,” kata Faisal saat ditemui dirumahnya, pada Selasa, (17/09/2024).

Baca juga  DPRD Bontang Desak Retribusi Pasar Beralih ke Sistem Digital, Kebocoran PAD Dinilai Masih Terjadi

Faisal juga menambahkan bahwa pembongkaran merupakan respons terhadap keluhan warga yang menganggap warung ilegal mengganggu pemandangan Masjid Terapung, salah satu ikon kota Bontang.

“Warga sekitar sangat mendukung tindakan pemkot karena warung tersebut memang menjadi masalah bagi pemandangan dan ketertiban,”ujarnya.

Dia juga menyebut bahwa sebelum pembongkaran, ia telah memperingatkan Lurah Loktuan terdahulu, tentang potensi akan ada pembangunan yang mungkin tidak berizin,

“Sebelumnya, area tersebut dikenal sebagai tempat aktivitas pembongkaran ikan. Warung ini tiba-tiba muncul tanpa izin, saya sudah bilang ke lurah loktuan yang menjabat sebelumnya agar hati – hati dan mengontrol area itu,” tambahnya.

Baca juga  Gramedia Kembali Beroperasi di Citimall Bontang

Legislator Partai Nasdem ini juga menjelaskan bahwa pemilik warung telah menerima tiga surat peringatan agar melakukan pembongkaran secara mandiri sebelum pembongkaran paksa, Namun pemilik warung meminta kompensasi Rp. 175 juta, kemudian itu ditolak oleh pemerintah.

“Pemilik warung menolak dan mencoba mediasi dengan meminta kompensasi yang tinggi, namun pemerintah menolak dan kasus ini berlanjut ke pengadilan,” ungkap Faisal.

Saat berita ini ditulis, kasus tuntutan masih dalam proses persidangan. Masyarakat berharap hasil persidangan dapat memberikan keputusan yang adil dan menegakkan peraturan demi menjaga keindahan dan ketertiban Kota Bontang.(han/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Banyak Kasus Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, DPRD Samarinda Bangun Pagar Upaya Pencegahan

Bontang

Lahan Dekat Permukiman di Satimpo Terbakar, Petugas Damkar Sukses Padamkan Api

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Pasar Pagi Gedung Mewah Tapi Sepi Pembeli

Advertorial

DPRD Samarinda Ingin Tambahkan Anggaran Dinsos hingga Minta Data DTKS Diperbaharui

Bontang

Kontraktor Jargas Pastikan Akan Selesaikan Instalasi Jargas di Wilayah yang Belum Selesai

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dorong Event Job Fair Terus Digerlar, Upaya Jembatani Perusahaan dan Pebcari Kerja hingga Tekan Angka Pengangguran

Bontang

Jelang HUT ke-81 RI, Roller Tiang Bendera di Lapangan Lang-Lang Rusak, Damkar Turun Tangan Perbaiki

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Kolaborasi Tindak Gepeng dan Anjal yang Kerap Nongkrong di Lampu Merah Perkotaan