Home / Kaltim

Senin, 7 Juli 2025 - 22:14 WIB

Tragedi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, Pasien Lansia Ditemukan Tewas Gantung Diri

Bentangkaltim, Samarinda — Sebuah kabar duka datang dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Seorang pasien lansia berinisial US, berusia 68 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di ventilasi jendela kamar rawat inapnya, Minggu sore (6/7/2025).

Penemuan tragis ini pertama kali diketahui oleh seorang perawat yang sedang melakukan pemeriksaan rutin di ruang rawat inap Angsoka 2002. US diduga mengakhiri hidupnya dengan menggunakan kain sarung yang diikatkan pada ventilasi jendela.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda Eko Harianto, menjelaskan, “Saat kami tiba di lokasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Dari keterangan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.”

Baca juga  Dinkes Kutim Fokus Turunkan Stunting Lewat Edukasi Gizi dan Pendampingan Keluarga Sejak Dini

Menurut informasi dari keluarga dan hasil penyelidikan awal, US mengidap penyakit gagal ginjal kronis disertai komplikasi serius lainnya. Kondisi kesehatan yang berat ini diduga memicu depresi berat yang dialami korban sebelum kejadian.

“Korban sempat mengungkapkan keinginan mengakhiri hidup karena merasa menjadi beban bagi keluarga,” tambah Ipda Eko.

Pihak rumah sakit sendiri memilih untuk tidak memberikan komentar panjang dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat kepolisian. Humas RSUD AWS, dr. Arysia Andhina, menyatakan, “Kami menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib untuk proses lebih lanjut.”

Baca juga  Rudy Mas’ud Tegaskan Peran GAPKI dalam Transformasi Industri Sawit Kalimantan Timur

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa rumah sakit bertanggung jawab penuh atas pasien yang dirawat, termasuk pengawasan kondisi fisik dan psikologis. Ia juga menyoroti risiko tekanan psikologis yang tinggi pada pasien dengan penyakit berat seperti kanker dan gagal ginjal.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian ekstra terhadap kesehatan mental pasien, terutama mereka yang menghadapi penyakit kronis dan komplikasi berat. Pihak berwenang kini terus mendalami penyebab dan latar belakang tragedi ini demi mencegah kejadian serupa di masa depan. (bai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Sampah jadi Energi Listrik

Advertorial

Helmi Pastikan DPRD Samarinda Bantu Kegiatan GMKI Tapi Sesuaikan Kemampuan Anggaran

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dinilai Berpeluang Maju Pilkada 2029

Advertorial

Daya Beli Turun, DPRD Samarinda Dorong Pelaku Usaha Sesuaikan Stok dan Manfaatkan Program MBG

Advertorial

DPRD Samarinda Ingatkan Perusahaan Soal PHK, Tegaskan Harus Sesuai Aturan Disnaker

Advertorial

Ancaman Penghapusan Honorer, Sri Puji: Samarinda Masih Kekurangan Guru Bahasa Inggris

Advertorial

Anggota DPRD Samarinda Luncurkan Aplikasi Sani Mendengar, Warga Bisa Lapor Aspirasi 24 Jam

Advertorial

DPRD Samarinda Soroti PHK Sektor Tambang Kian Marak Terjadi