Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan hasil menggembirakan dengan dua puskesmas di daerah ini berhasil meraih peringkat pertama pada ajang PENARI (Sepekan Mengejar Imunisasi) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
sebuah program yang berfokus pada percepatan capaian imunisasi dasar lengkap di seluruh wilayah Kaltim.
Puskesmas Sangatta Utara ditetapkan sebagai Peringkat Pertama Kategori Puskesmas Perkotaan, sementara Puskesmas Kongbeng sukses meraih Peringkat Pertama Kategori Puskesmas Pedesaan/Terpencil/Sangat Terpencil.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan imunisasi meskipun menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan di lapangan.
“Ini bukti nyata bahwa tenaga kesehatan kita memiliki komitmen kuat dalam memastikan semua anak mendapatkan haknya atas imunisasi, baik di pusat kota maupun di wilayah yang sangat terpencil,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan dua puskesmas tersebut tidak lepas dari pelaksanaan strategi jemput bola, pendataan aktif, hingga optimalisasi kader posyandu.
Menurutnya, pendekatan intensif selama program PENARI berlangsung menjadi kunci meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.
Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas puskesmas melakukan kunjungan rumah, membuka layanan tambahan, serta menggerakkan jejaring komunitas untuk memastikan anak-anak yang belum lengkap imunisasinya dapat segera dilayani.
Upaya tersebut tidak hanya meningkatkan capaian, tetapi juga memperkuat hubungan antara fasilitas kesehatan dan masyarakat.
Sumarno menambahkan bahwa capaian ini sekaligus menjadi dorongan moral bagi seluruh puskesmas di Kutim untuk terus mempertahankan kualitas layanan.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi bersama untuk menjaga keberlanjutan program imunisasi. Perlindungan kesehatan anak adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Kutai Timur,” katanya.
Dinas Kesehatan Kutim juga menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah desa, sekolah, serta organisasi masyarakat, guna memastikan distribusi vaksin berjalan lancar dan cakupan imunisasi tetap merata di seluruh kecamatan.
Dengan diraihnya dua penghargaan tersebut, Kutim kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu daerah dengan komitmen kuat terhadap kesehatan masyarakat.
Pemerintah daerah berharap prestasi ini dapat mendorong partisipasi masyarakat semakin luas dalam menyukseskan program imunisasi dasar lengkap.(ADV)










