Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur (Dishub Kutim) menyoroti meningkatnya frekuensi hambatan lalu lintas di Sangatta, kendati belum berstatus macet, intensitas perlambatan yang terjadi dinilai semakin sering dan tidak boleh diabaikan.
Hambatan kerap muncul pada jalur yang melibatkan aktivitas sekolah serta rute angkutan karyawan.
Dua jenis aktivitas ini beroperasi pada waktu yang hampir bersamaan sehingga membuat arus kendaraan bertumpuk.
“Hambatan sering terjadi, terutama pada jalur pendidikan. Meski belum macet, intensitasnya meningkat,” kata Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutim (Kasi Lalin Dishub Kutim), Zulkarnain, Rabu (19/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa Dishub menghindari penempatan petugas tepat di depan sekolah karena sering terjadi gesekan antara petugas dan pengantar siswa.
Oleh sebab itu, pengaturan dilakukan sedikit lebih jauh dari gerbang sekolah untuk mengurai simpul kemacetan.
Sebagian hambatan juga disebabkan bus karyawan yang masih berhenti di luar titik resmi. Ketika satu bus berhenti sembarangan, kendaraan di belakang harus memperlambat laju, sehingga antrean semakin panjang.
Dishub Kutim menyebut bahwa langkah pengawasan terus dilakukan setiap hari, tetapi dukungan sekolah dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mencegah masalah yang sama berulang.
“Kami terus berkoordinasi dengan sekolah dan perusahaan. Semua pihak harus terlibat dalam menjaga kelancaran arus,” ujar Zulkarnain.
Dengan kolaborasi yang baik, Dishub berharap munculnya hambatan harian dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat berjalan lebih nyaman.(ADV)










