Home / Advertorial / Kaltim

Sabtu, 22 November 2025 - 15:41 WIB

Kendalikan Fiskal, Pemkab Kutim Tata Ulang Skema MYC untuk Jaga Keberlanjutan Pembangunan

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menegaskan komitmennya menjaga kesinambungan pembangunan daerah melalui penataan ulang pelaksanaan proyek Multi Years Contract (MYC).

Skema pembangunan jangka menengah itu dipastikan tetap berjalan, namun dilakukan secara bertahap agar tidak membebani kemampuan fiskal dan penumpukan anggaran.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa skema MYC sebenarnya telah disusun secara komprehensif.

Namun, pemerintah memutuskan menjalankan proyek dalam siklus dua tahunan per tahap untuk memastikan stabilitas anggaran tetap terjaga.

“MYC kami atur dua tahun per tahap demi keamanan fiskal, kita ingin program tetap berjalan tanpa mengorbankan pelayanan publik,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Baca juga  Peningkatan Kualitas Permukiman: Proyek Jalan Selambai Bontang Selesai Tepat Waktu, Faisal Beri Apresiasi

Menurut Ardiansyah, keputusan untuk tidak melaksanakan kontrak tiga tahun sekaligus merupakan langkah strategis agar tidak terjadi penumpukan belanja modal dalam satu periode.

Ia menilai hal tersebut penting agar pemerintah tetap memiliki ruang fiskal untuk menjalankan program-program lain yang juga bersifat mendesak dan wajib.

“Kalau dipaksakan tiga tahun bersamaan, akan mengunci ruang anggaran kita, ini yang tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Pemerintah juga kembali menegaskan bahwa seluruh proses penunjukan kontraktor pada proyek MYC berada di bawah otoritas Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).

Dengan demikian, mekanisme pengadaan tetap berjalan sesuai prosedur tanpa intervensi.

Baca juga  Jerman Mengamuk, Jepang Tahan Belanda, Swedia Pesta Gol

Ia juga mengingatkan kontraktor agar bekerja lebih profesional dan bertanggung jawab. Pemerintah meminta pola tersebut tidak kembali terulang pada proyek strategis tahun ini.

Beberapa proyek infrastruktur yang sebelumnya mengalami hambatan pun kembali dimasukkan ke rencana percepatan, termasuk proyek Manubar-Seriung.

“Proyek tersebut menjadi salah satu prioritas karena penting dalam memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung aktivitas masyarakat,” pungkasnya.

Ardiansyah memastikan bahwa pengawasan terhadap seluruh proyek MYC akan diperketat, baik dari sisi progres fisik maupun kualitas pekerjaan.

Dengan penerapan skema MYC yang lebih terukur, bertahap, dan berbasis kemampuan fiskal, Pemkab Kutim optimistis pembangunan tetap berlangsung efektif.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Banyak Kasus Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, DPRD Samarinda Bangun Pagar Upaya Pencegahan

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Pasar Pagi Gedung Mewah Tapi Sepi Pembeli

Advertorial

DPRD Samarinda Ingin Tambahkan Anggaran Dinsos hingga Minta Data DTKS Diperbaharui

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dorong Event Job Fair Terus Digerlar, Upaya Jembatani Perusahaan dan Pebcari Kerja hingga Tekan Angka Pengangguran

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Kolaborasi Tindak Gepeng dan Anjal yang Kerap Nongkrong di Lampu Merah Perkotaan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Nakes Bermasalah di RSUD AI Moeis Dievaluasi

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina