Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Permasalahan jaringan telekomunikasi kembali menjadi sorotan di Kecamatan Kaliorang. Sejumlah wilayah hingga kini masih terkendala sinyal lemah bahkan hilang total, sehingga menghambat aktivitas masyarakat yang semakin bergantung pada layanan digital.
Isu blank spot ini terutama dirasakan warga yang tinggal di desa-desa terpencil maupun mereka yang sering melintas menuju kawasan industri di bagian hilir Kaliorang.
Camat Kaliorang, Rusmono, mengakui bahwa persoalan tersebut belum sepenuhnya terselesaikan.
“Ada titik-titik yang sinyalnya tiba-tiba hilang, sehingga warga kesulitan menghubungi keluarga atau layanan penting. Ini memang menjadi perhatian kami,” ujar Rusmono.
Dari pemantauan pemerintah kecamatan, beberapa titik yang masih mengalami kendala jaringan berada di wilayah Golok, Kempasir, serta jalur SP5 menuju kawasan Maloy. Kondisi itu membuat masyarakat kesulitan mengakses internet maupun sekadar melakukan panggilan telepon.
Situasi tersebut dinilai cukup mengganggu, terlebih bagi warga yang membutuhkan akses jaringan untuk pekerjaan, pendidikan, maupun kebutuhan mendesak lainnya.
Rusmono menambahkan bahwa koordinasi terus dilakukan dengan penyedia layanan telekomunikasi agar perluasan jaringan dapat diprioritaskan pada wilayah yang hingga kini masih blank spot.
Menurutnya, pemerataan akses digital bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan elemen penting dalam mendorong daya saing masyarakat di era modern dan menekankan perlunya keseimbangan pembangunan.
“Jalan dan saluran air itu penting, tapi akses sinyal juga sudah menjadi kebutuhan dasar sekarang. Kalau tidak ditangani, warga kita akan terus tertinggal,” tegasnya.
Pihak kecamatan berharap upaya ini dapat segera membuahkan hasil agar tidak ada lagi desa yang mengalami hambatan komunikasi, terutama pada situasi darurat.
Dengan peningkatan kualitas jaringan, pemerintah optimistis Kaliorang dapat bergerak menuju pembangunan yang lebih merata, baik dari sisi infrastruktur fisik maupun digital.(ADV)










