Home / Advertorial / Kaltim

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:59 WIB

APBD Samarinda 2026 Dipangkas Hampir Rp2 Triliun, Deni Hakim Anwar: Program RT Tetap Berjalan

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, saat diwawancara terkait kondisi fiskal Kota Samarinda. (Bentangkaltim.com/ard)

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, saat diwawancara terkait kondisi fiskal Kota Samarinda. (Bentangkaltim.com/ard)

Bentangkaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar membeberkan kondisi keuangan daerah yang mengalami tekanan berat akibat efisiensi fiskal nasional pada Senin (25/05/2026) malam.

APBD Kota Samarinda tahun 2026 yang semula mencapai Rp5,8 triliun pada tahun sebelumnya kini hanya tersisa Rp3,1 triliun setelah pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH). Dengan tambahan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari provinsi sekitar Rp300–400 miliar, total anggaran yang bisa dikelola pemerintah kota hanya sekitar Rp3,5 triliun—turun hampir Rp2 triliun dibanding tahun lalu.

“Tahun ini kemarin kami, pemerintah DPRD dengan pemerintah kota menyepakati APBD 2026 itu di angka hanya tersisa 3,1 triliun. Jadi hampir 2 triliun itu yang terpangkas,” ungkap Deni kepada warga.

Deni menjelaskan, pemangkasan ini secara langsung berdampak pada program-program yang telah diusulkan jauh-jauh hari. Termasuk di antaranya program Probebaya program pemberdayaan berbasis RT senilai Rp100 juta per RT yang sempat direncanakan naik menjadi Rp150 juta namun terpaksa diefisiensi akibat kondisi keuangan daerah saat ini.

Baca juga  DPRD Bontang Soroti Angka Stunting Tinggi, Sumardi Minta Penanganan Serius

Program Probebayah sendiri merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Andi Harun yang terinspirasi dari program serupa di Kota Madiun dengan anggaran Rp50 juta per RT. DPRD Samarinda selama ini telah menyetujui anggaran program tersebut dengan nilai hampir Rp200 miliar untuk sekitar 1.800 hingga 2.000 RT se-Kota Samarinda.

“Yang tadinya angka itu mau kita naikkan malah mau enggak mau kita efisiensi ya. Saat ini mungkin nanti Bapak dan Ibu jangan kaget, oh kenapa biasanya dapatnya sekian, kenapa kok sekian?” kata Deni mengingatkan warga.

Meski demikian, Deni memastikan program pemberdayaan masyarakat di tingkat RT tetap akan dijalankan meskipun anggaran lebih terbatas. Ia menekankan program tersebut masih dalam proses pergeseran anggaran dan akan terus berlanjut karena nilainya secara sosial jauh melampaui sekadar kegiatan fisik.

Baca juga  Dispora Kaltim Terus Berkomitmen Siapkan Fasilitas Olagraga Yang Ramah Bagi Kaum Disabilitas

Politisi Gerindra itu juga mengingatkan pentingnya program pemberdayaan berkelanjutan seperti pelatihan memasak, jahit-menjahit, tata boga, dan tata rias. Dibandingkan sekadar mengandalkan pembangunan infrastruktur yang memiliki umur pakai terbatas. Menurutnya, ilmu dan keahlian yang diperoleh dari pelatihan akan menjadi bekal jangka panjang bagi warga dan generasi berikutnya.

Deni juga menyampaikan optimisme bahwa pemerintah pusat melalui Kepala BAPPENAS akan kembali mengucurkan bantuan pada triwulan kedua 2026, sehingga kondisi fiskal daerah diharapkan berangsur membaik dan sejumlah program yang tertunda dapat segera direalisasikan pada tahun anggaran 2027.

Semua aspirasi yang masuk dalam reses malam itu akan dituangkan sebagai pokok-pokok pikiran DPRD yang dilindungi undang-undang dan menjadi skala prioritas bagi pemerintah kota untuk ditindaklanjuti pada perencanaan pembangunan tahun mendatang.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kembali Duduk di DPRD Bontang, Sudiyo Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bontang Selatan

Advertorial

Sudiyo Langsung Duduki Kursi Strategis di DPRD Bontang, Jadi Sekretaris Komisi C dan Anggota Bamus

Advertorial

Sudiyo Resmi Duduki Slot Kursi DPRD Bontang, Gantikan Almarhum Maming

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan Perusahaan Industri Susun Raperda Penanggulangan Bencana, Sumardi Minta Masukan Ahli Safety

Advertorial

Ridwan Soroti Potensi PAD dari Aset Pemkot Bontang yang Dikelola PT BME

Advertorial

DPRD Bontang Bahas Penyertaan Modal Rp12,7 Miliar ke BME, Ternyata Bukan Suntikan Dana Baru

Advertorial

DPRD Bontang Buka Peluang Industri Beri Masukan Raperda Penanggulangan Bencana

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan PKT dan Badak LNG dalam Penyusunan Perda Penanggulangan Bencana Kawasan Industri