Bentangkaltim.com, Samarinda- Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Samarinda melakukan kunjungan silaturahmi ke DPRD Kota Samarinda pada Senin (29/06/2026). Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang perkenalan kepengurusan baru PMKRI kepada jajaran pimpinan DPRD Kota Samarinda.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menyambut positif kedatangan PMKRI. Ia menilai kunjungan organisasi mahasiswa ke gedung dewan sebagai bentuk nyata partisipasi aktif generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang patut diapresiasi.
“Kami menyambut baik kunjungan PMKRI. Program-program mereka, terutama yang berkaitan dengan pembinaan mahasiswa di bidang keagamaan dan keorganisasian, sangat positif. Organisasi seperti ini adalah mitra penting bagi DPRD dalam menyerap aspirasi anak muda,” kata Helmi Abdullah, Ketua DPRD Samarinda, Senin (29/06/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pihak PMKRI turut menyampaikan sejumlah agenda organisasi ke depan. Salah satunya adalah rencana mengikuti pertemuan tingkat nasional yang akan digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka pemilihan pengurus PMKRI tingkat nasional. PMKRI juga menyampaikan program-program mereka yang berfokus pada pembinaan mahasiswa di bidang keagamaan dan keorganisasian.
Helmi menyatakan bahwa DPRD Kota Samarinda membuka pintu selebar-lebarnya bagi organisasi kemahasiswaan untuk berdialog. Menurutnya, masukan dari kalangan mahasiswa sangat berharga sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang berpihak pada kepentingan anak muda dan generasi penerus bangsa.
PMKRI merupakan organisasi mahasiswa Katolik tertua di Indonesia yang berdiri sejak 25 Mei 1947 di Yogyakarta. Organisasi ini memiliki jaringan yang tersebar di berbagai kota besar di seluruh Indonesia, termasuk Samarinda. Program kerja PMKRI meliputi pengembangan mahasiswa di bidang keagamaan, sosial kemasyarakatan, dan keorganisasian, dengan semangat pelayanan terhadap masyarakat luas.
Kehadiran PMKRI dalam dialog dengan DPRD juga dinilai relevan dalam konteks penguatan nilai toleransi dan kebersamaan di Kota Samarinda. Sebagai kota yang heterogen, Samarinda dihuni oleh warga dari berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya yang berbeda-beda namun hidup berdampingan secara harmonis.
Helmi menegaskan bahwa DPRD tidak hanya bertugas membuat regulasi, tetapi juga mendengarkan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa. Ia berharap keterlibatan PMKRI dan organisasi serupa dapat mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif dan berpihak kepada kepentingan generasi muda Samarinda.
Kunjungan PMKRI ke DPRD Kota Samarinda ini diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif antara lembaga legislatif dan kalangan mahasiswa, demi mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan Kota Samarinda yang lebih maju dan berdaya ke depannya.
(ard/lal/adv)









