Home / Advertorial / Kaltim

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:45 WIB

49 Jiwa Terdampak Kebakaran di Loa Janan Ilir, Ketua DPRD Samarinda Desak Pemkot Segera Lakukan Perbaikan

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah

Bentangkaltim.com, Samarinda-  Kebakaran yang melanda kawasan Loa Janan Ilir, Samarinda, mengakibatkan 49 jiwa terdampak dengan sejumlah rumah warga hangus dilalap api. Kejadian ini kembali menyoroti persoalan kepadatan penduduk dan minimnya sanitasi yang masih menjadi masalah kronis di sejumlah permukiman padat di Kota Samarinda.

Merespons peristiwa tersebut, Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah penataan kawasan agar bencana serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Kita berharap antara pemerintah dan masyarakat perlu kolaborasi untuk pembangunan berikutnya. Mungkin ditata ulang dengan baik. Untuk menyatukan visi bersama itu tidak semudah itu, tapi paling tidak duduk satu meja, terutama di tingkat kelurahan dan kecamatan,” tegas Helmi Abdullah, Ketua DPRD Samarinda.

Helmi menambahkan, jika pemerintah kota serius menata ulang kawasan terdampak kebakaran, DPRD siap memberikan dukungan dari sisi anggaran. Ia menyebut bahwa kebutuhan pembangunan kawasan tersebut dapat diusulkan masuk ke dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca juga  Sekwan Persiapkan Seremonial Untuk Pelantikan Anggota DPRD 2024-2029

“Kalau memang mau dibangun dan ditata dengan baik, dan kalau pemerintah butuh sarana lain yang perlu dibantu, kami dari DPRD tinggal usulkan saja di dalam pembahasan anggaran. Kami dari DPRD siap, selama itu untuk kepentingan masyarakat di daerah itu,” imbuh Helmi.

Kebakaran di kawasan padat penduduk bukan hal baru di Samarinda. Kota ini termasuk wilayah dengan frekuensi kebakaran permukiman yang cukup tinggi di Kalimantan Timur. Faktor pemicunya antara lain instalasi listrik yang tidak memenuhi standar, bangunan yang saling berdempetan tanpa jarak aman, serta minimnya akses jalan untuk kendaraan pemadam kebakaran masuk ke dalam kawasan. Kepadatan penduduk yang tinggi membuat api mudah merambat dari satu rumah ke rumah lain dalam waktu singkat.

Persoalan penataan ruang permukiman padat diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang telah diperbarui melalui UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Regulasi ini mengamanatkan pemerintah daerah untuk menyusun rencana tata ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Namun implementasi yang lemah di lapangan kerap membuat kawasan padat terus rentan terhadap risiko kebakaran dari tahun ke tahun.

Baca juga  BBM hingga Upah Tukang Naik, DPRD Samarinda Dorong Program Bantuan RTLH Nominalnya Ditinjau Ulang

Helmi berharap pemerintah tidak menunda langkah. Ia menekankan pentingnya dialog antara pemerintah dan warga terdampak sebagai langkah awal sebelum masuk ke tahap perencanaan fisik kawasan. DPRD pun siap memfasilitasi aspirasi warga agar dapat masuk ke dalam forum pembahasan resmi yang menghasilkan kebijakan konkret.

Warga Loa Janan Ilir yang terdampak kebakaran kini membutuhkan kepastian dan perhatian serius dari pemerintah. Kebakaran yang berulang di kawasan padat menjadi pengingat keras bahwa persoalan tata ruang dan sanitasi permukiman tidak bisa terus ditunda penanganannya oleh pemerintah daerah.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Samarinda Kawal 31 Siswa yang Belum Dapat Sekolah Negeri

Advertorial

DPRD Samarinda Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Kelestarian Lingkungan Sekitar Dimulai dari Pengelolaan Sampah dari Rumah

Advertorial

Ketua Komisi II DPRD Samarinda Khawatir Harga BBM Naik Picu Inflasi

Advertorial

Komisi III DPRD Samarinda Bakal Panggil OPD Soal Lampu Mahkota II Mati

Advertorial

DPRD Samarinda Desak Pemerintah Perlunak Syarat SHM untuk Bangun Rumah Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Soroti Ekonomi Masyarakat Kelas Menengah Kian Tergerus

Advertorial

PMKRI Samarinda Gelar SIlaturahim, Ketua DPRD Helmi Abdullah Sebut Organisasi Mahasiswa Mitra Penting Dewan

Advertorial

Usai Sidak Pembangunan di Teras Samarinda, Doni Sebut Jembatan Melayang Dinilai Belum Siap